Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ANUGERAH Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 kali ini menyambangi Desa Wisata Belitar Seberang, Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
Kehadiran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendapat sambutan meriah dan hangat.
Tampak Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan jajarannya seperti Bupati Rejang Lebong Syamsul Effendy dan Kepala Desa Belitar Seberang Kasiyadi, ikut mendampingi.
Desa Belitar Seberang masuk daftar 50 desa wisata terbaik ADWI 2022 setelah melalui uji standar penilaian tim juri yang terdiri dari tujuh kategori.
Tujuh kategori itu adalah 1.Daya tarik pengunjung (alam dan buatan, seni dan budaya), 2. Suvenir (kuliner, fesyen, dan kriya), 3. Homestay, 4. Toilet umum, 5. Digital dan kreatif, 6. Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE), dan 7. Kelembagaan Desa. Mereka nantinya akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari mitra strategis Kemenparekraf.
Mas Menteri-sapaan akrab Sandiaga Uno- beserta rombongan setelah melalui serangkaian cek protokol kesehatan (Prokes), disambut penampilan tim tari Sekapur Sirih dan Petata Petiti.
Baca juga: Sandiaga Uno: Desa Wisata Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Sebesar 30%
Kemudian mengikuti rangkaian kegiatan presentasi di Edu Tourism Rumah Nira. Edu-Tourism Rumah Nira merupakan daya tarik wisata edukasi pembelajaran tentang pembuatan gula merah.
Mas Menteri dan rombongan melihat pembuatan gula merah, mencicipi air nira segar, melihat kegiatan ekonomi kreatif di dalam area Rumah Nira.
Setelah itu, Mas Menteri bersama gubernur dan bupati menanam bibit pohon aren di area Edu Tourism Rumah Nira. Lalu, mereka menuju Air Terjun Tri Sakti menggunakan kendaraan khusus offroad.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Belitar Seberang Hendri menjelaskan kepada Mas Menteri bahwa pengelola desa ingin menyatukan nama dua air terjun yang paling terkenal di Desa Wisata Belitar Seberang, yaitu Air Terjun Tri Sakti dan Air Terjun Puspa Dewi.
Keistimewaan air terjun Tri Sakti adalah airnya yang dingin. Sedangkan air terjun Puspa Dewi bersuhu panas. Kedua aliran air ini akan bertemu dan menyatu di satu titik.
”Fenomena air terjun ini merupakan satu-satunya di Indonesia, berpasangan dengan penampilan gagah dari Air Terjun Tri Sakti dan representasi keanggunan dari Air Terjun Puspa Dewi, membuat kedua air terjun ini diibaratkan laki-laki dan perempuan yang saling melengkapi,” beber Hendri.
Mas Menteri mengapreasi capaian Desa Wisata Belitar Seberang secara khusus dan Bengkulu secara umum.
”Di Bengkulu ada 58 desa wisata kita harus tingkatkan lagi. Rejang Lebong ini adalah sembilan desa wisata. Saya ucapkan kepada Pak Hendri. Kita harus bangkitkan peluang usaha di sini, lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Sandi saat memberi sambutan yang direspons dengn tepukan riuh dari hadiriin.
Anggota DPR RI Komisi X Dewi Coryati mengatakan, kehadiran Mas Menteri ke Rejang Lebong sebagai bukti nyata komitmen pemerintah untuk meningkatkan pariwisata ekonomi kreatif di Bengkulu.
”Ini membuktikan bahwa Kemenparekraf mendukung penuh pariwisata di Bengkulu khususnya di Rejang Lebong. Khususnya di daerah Belitar Seberang," ujar Dewi.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Menteri juga membuka sayembara penamaan dua air terjun yang bersatu, yaitu Tri Sakti dan Puspa Dewi.
”Jadi, kita akan buka sayembara sampai akhir Oktober. Di mana akan kita finalkan dan diumumkan saat puncak ADWI di Gedung Sapta Pesona (Kemenparekraf),” terang Sandi.
Bicara jarak tempuh ke desa ini, pelancong dapat melalui jalan darat selama 2,5 jam dari Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu. Rutenya melalui jalan lintas Curup-Lubuk Linggau.
Desa yang terdiri dari tiga dusun ini memiliki kepadatan penduduk sekitar 1.010 jiwa (sekitar 297 kepala keluarga) yang terdiri dari Suku Lembak dan Suku Jawa.
Luas wilayah sekitar 625 hektar, kondisi topografi wilayah 400-600 mdpl, berupa bukit dan lembah menjadikan Desa Belitar Seberang memiliki iklim sejuk.
Berbagai tanaman pertanian dan perkebunan dapat ditemui di desa Belitar Seberang. Didominasi dengan tanaman Aren yang hampir dapat ditemui di setiap sudut wilayah desa, perkebunan kopi robusta juga dapat ditemui di hamparan perbukitan Desa Belitar Seberang.
Sejarah Desa Belitar Seberang berawal pada tahun 1930 ketika terjadi perpindahan penduduk/transmigrasi dari Kabupaten Blitar Jawa Timur ke Pulau Sumatera tepatnya di Provinsi Bengkulu dan penaman Desa Belitar Seberang memiliki arti daerah Blitar yang berada di Seberang Pulau Jawa.
Di dalam sejarah desa disebutkan bahwa Sang Proklamator Ir. Soekarno yang merupakan presiden pertama Indonesia pernah berkunjung ke Desa Belitar Seberang ketika ia diasingkan di Provinsi Bengkulu pada tahun 1938.
Desa Belitar Seberang memiliki beragam potensi wisata alam, budaya, dan tradisi. Misalnya air terjun Tri Sakti yang memiliki ketinggian 85 meter dan dikelilingi alam nan indah. Pengunjung dapat menggunakan ojek atau mobil offroad 4x4 untuk sampai ke titik trekking.
Jarak dari titik tersebut menuju lokasi air terjun adalah sekitar 2 km, dapat ditempuh dengan berjalan sekitar 20 menit. Air terjun ini menjadi yang tertinggi di Provinsi Bengkulu. (RO/OL-09)
ISFEX 2025 siap digelar di ICE BSD City pada 6–9 November. Pameran fasilitas olahraga terbesar ini hadirkan inovasi, kolaborasi, dan tren global terkini.
Program Semesta AI sendiri merupakan program antara Lintasarta, NVIDIA, dan KUMPUL yang berfokus pada pengembangan solusi berbasis AI sesuai kebutuhan industri nasional.
Para pecinta film animasi anak-anak di Indonesia tengah menantikan kehadiran film animasi terbaru yang menjanjikan kisah penuh kehangatan, kegembiraan, serta nilai persahabatan.
Kerja sama kemitraan co-branding Wonderful Indonesia menginisiasi berbagai program seperti Wonderful Indonesia Berkah, School Break di 4 kota, dan Pesona Promo Merdeka.
Namun, diakui Neil, bahwa sektor ekonomi kreatif masih tergolong baru di Indonesia.
Kementerian Perhubungan menyebut ada 287 bandar udara (bandara) di Indonesia pada 2021, namun tidak semuanya aktif.
Danau Kemiri di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, kini berkembang menjadi motor ekonomi baru berbasis wisata edukatif dan ekonomi kreatif.
Pendapatan bulanan tempat wisata melonjak dari rata-rata Rp12 juta menjadi sekitar Rp32 juta per bulan, seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.
PENGEMBANGAN desa wisata kini tidak lagi semata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan.
"Desa wisata tidak hanya menghadirkan pengalaman bagi wisatawan tetapi juga memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi lokal,"
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan promo spektakuler untuk tiket masuk Desa Bakti BCA melalui fitur Lifestyle di aplikasi myBCA.
Para pengelola desa wisata ini mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata pada Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2025, Selasa (16/12) di Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved