Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

9 Desa Wisata Liburan Akhir Tahun, Ada Tradisi Makan Bedulang Hingga Bikin Wayang

Nike Amelia Sari
24/12/2025 19:56
9 Desa Wisata Liburan Akhir Tahun, Ada Tradisi Makan Bedulang Hingga Bikin Wayang
Wisatawan mengelilingi hamparan sawah di Desa Wisata Hijau Bilebante, Lombok, NTB.(Antara)

MINAT wisatawan terhadap desa wisata terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Destinasi berbasis komunitas ini dinilai mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih autentik, hangat, dan sarat nilai kearifan lokal. Keindahan alam pedesaan, aktivitas keseharian warga, hingga tradisi budaya yang dijaga lintas generasi kerap menjadi daya tarik utama yang meninggalkan kesan mendalam bagi para pengunjung.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyampaikan desa wisata tidak hanya menawarkan pengalaman unik bagi pelancong, tetapi juga berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

"Desa wisata tidak hanya menghadirkan pengalaman bagi wisatawan tetapi juga memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi lokal," kata Hera seperti dilansir dari situs Antara, Rabu (24/12).

Ia pun merekomendasikan sembilan desa wisata binaan BCA yang dinilai cocok dijadikan tujuan liburan akhir tahun bersama keluarga maupun orang terdekat.

1. Wisata Wayang Desa Wukirsari, Yogyakarta

Berlokasi di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Desa Wukirsari menawarkan harmoni antara bentang alam yang menawan dan kekayaan seni tradisional. Di desa ini, wisatawan bisa belajar langsung proses pembuatan wayang kulit, menikmati pementasan wayang, mencoba memainkan gamelan, hingga ikut merasakan keseruan sepak bola lumpur yang menjadi ciri khas warga setempat.

2. Desa Wisata Pentingsari, Yogyakarta

Desa Wisata Pentingsari menghadirkan konsep wisata berbasis kehidupan desa yang kental dengan nilai budaya dan alam. Pengunjung dapat menginap di rumah warga dan terlibat dalam berbagai aktivitas tradisional seperti membatik, membuat wayang suket, serta berkebun dan bertani. 

Keberhasilan masyarakat dalam mengelola pariwisata berbasis komunitas ini mengantarkan Pentingsari meraih ASEAN Tourism Award 2023 untuk kategori community-based tourism.

3. Wirawisata Gua Pindul, Yogyakarta

Bagi pencinta petualangan, Gua Pindul menawarkan pengalaman menyusuri gua eksotis sambil mengapung di sungai bawah tanah menggunakan ban pelampung, dikelilingi stalaktit dan stalagmit yang menakjubkan.

Tak hanya wisata alam, kawasan ini juga memiliki program edukasi “Rumah Pangan Hidup” yang mengajak pengunjung belajar bercocok tanam, memanfaatkan pekarangan rumah, serta mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk ramah lingkungan.

4. Desa Wisata Hijau Bilebante, Lombok

Desa Wisata Hijau Bilebante di Nusa Tenggara Barat merupakan contoh sukses alih fungsi wilayah bekas tambang pasir menjadi kawasan wisata berkelanjutan. Hamparan sawah hijau menjadi latar bagi berbagai aktivitas, mulai dari spa dan pijat tradisional berbahan rempah alami hingga berkeliling desa menggunakan ATV atau sepeda. 

Berbagai prestasi pun diraih di antaranya Best Tourism Villages Upgrade Program UNWTO 2023, ASEAN Tourism Awards 2025, serta Juara Umum Desa Wisata pada Wonderful Indonesia Award 2025.

5. Desa Wisata Taro, Bali

Desa Taro di Bali memadukan lanskap alam, kekayaan budaya, dan nuansa spiritual yang kuat. Ikon desa ini antara lain Delodsema Village, Pura Agung Gunung Raung, serta kawasan konservasi lembu putih. 

Wisatawan dapat menjajal trekking menuju Air Terjun Yeh Pikat, belajar membuat perhiasan perak, hingga menikmati keindahan kunang-kunang di The Fireflies Garden saat malam tiba.

6. Desa Wisata Kreatif Terong, Belitung

Desa Wisata Kreatif Terong yang berada di jalur wisata utama Belitung menjadi contoh transformasi kawasan eks tambang timah menjadi destinasi wisata edukatif dan alami. Di kawasan Aik Rusa Berehun, pengunjung dapat mencoba menangkap hasil air tawar dengan cara tradisional, serta mendaki Bukit Tebalu Simpor Laki untuk menikmati panorama Belitung dari ketinggian.

7. Kawasan Pecinan Glodok, Jakarta

Pecinan Glodok menawarkan pengalaman wisata budaya yang sarat sejarah dengan perpaduan tradisi Tionghoa dan Betawi. Wisatawan dapat menjelajahi gang-gang penuh toko lawas, mengunjungi Vihara Dharma Bhakti, mencicipi kuliner legendaris, hingga berburu ramuan herbal dan pernak-pernik khas budaya Tionghoa.

8. Desa Wisata Limbongan, Belitung Timur

Desa Wisata Limbongan menyajikan kekayaan alam dan tradisi lokal yang masih terjaga. Gunong Lumut menjadi daya tarik utama, terlebih setelah kawasan ini ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark pada 2021.

Selain itu, warga desa mengembangkan program Rumah Pangan Hidup sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui budidaya tanaman dan ternak.

9. Desa Wisata Kelubi, Belitung Timur

Bagi penggemar kegiatan alam terbuka, Desa Wisata Kelubi menawarkan beragam aktivitas menantang seperti trekking, trail running, dan camping.

Pada malam hari, wisatawan dapat mengikuti paket pengamatan satwa liar untuk melihat tarsius, musang, kelaras, hingga kunang-kunang. Pengalaman ditutup dengan tradisi Makan Bedulang, yakni makan bersama menggunakan alas daun dengan sajian nasi randau dan lauk khas daerah.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya