Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Yuk jalan-jalan ke dua desa wisata yang mendapat label berkelanjutan dari Kementerian Pariwisata. Keduanya menonjolkan kearifan masyarakat mengelola bekas tambang yang semula merusak serta mengemasnya dipadukan dengan budaya lokal serta kegiatan keseharian masyarakatnya sebagai pengalaman yang menyenangkan bagi turis.
Para pengelola desa wisata ini mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata pada Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2025, Selasa (16/12) di Jakarta. Istimewaya, dua desa wisata ini juga diawali dari inisiatif warga yang mengubah lokasi bekas operasi tambang menjadi destinasi wisata nan eksotis.
Desa Wisata Bilebante, NTB
Desa wisata yang berada di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik Nasional pada ajang “Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025.” Desa ini menawarkan berbagai aktivitas yang digemari pelancong, mulai dari menyaksikan matahari tenggelam dari tepian pantai, hamparan persawahan, hingga menikmati layanan spa dan pijat refleksi di area pertanian yang asri.
Kunjungan wisatawan tidak hanya didominasi turis domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara seperti dari Spanyol, Arab Saudi, Turki, hingga Inggris. Mereka menikmati suasana pedesaan yang tenang membuat mereka betah berlama-lama hingga menjelang malam.
Kepala Desa Wisata Hijau Bilebante, Asrok, menuturkan wilayahnya dahulu merupakan area penambangan pasir. Berkat upaya kepala desa sebelumnya, aktivitas penambangan dihentikan dan lahan direklamasi hingga kembali seperti sedia kala, lalu dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis pertanian.
“Lalu kita kembalikan lagi ke pertanian dan kita kembangkan jadi daerah pariwisata. Di sana itu ada sawah, pertaniannya termasuk padi, palawija dan seterusnya,” ujar Asrok.
Ketua Pokdarwis Desa Wisata Hijau Bilebante, Pahrul Azim, menambahkan pihaknya intens melakukan promosi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Mereka juga memperluas jaringan ke berbagai negara, dari Berlin hingga Malaysia dan Vietnam, serta rutin berpartisipasi dalam pameran pariwisata seperti Bali & Beyond Travel Fair (BBTF).
“Kemarin saya ke Malaysia, Thailand, dan paling penting dapat kesempatanbicara di TV Berlin. Jadi itu pengaruhnya sangat besar sekali,” kata Pahrul.
Wonderful Indonesia Awards merupakan ajang penghargaan yang memberikan apresiasi bagi para pelaku pariwisata atas dedikasi dan kontribusi mereka. WIA menjadi acuan bagi pelaku industri untuk terus menjaga mutu layanan, mulai dari aspek kebersihan, keamanan, konsistensi pelayanan, kepedulian lingkungan, tata kelola destinasi dan event, hingga kepemimpinan.
“Desa Wisata Terbaik Nasional penghargaan diberikan kepada desa yang berhasil menghadirkan pengalaman otentik dan pemerataan ekonomi,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Penilaian dalam kategori tersebut mencakup berbagai aspek, seperti tata kelola dan pengakuan desa wisata, manajemen pengunjung, pengembangan produk wisata, serta kualitas fasilitas mulai dari amenitas, akses, sarana umum, hingga pengelolaan lingkungannya.
Desa Wisata Terong, Belitung
Lokasinya sangat strategis karena jarak yang dekat dengan semua titik utama destinasi wisata di Belitung. Dari Bandara Internasional HAS Hanandjoedin hanya perlu waktu tempuh 25 - 30 menit, ke pusat Kota Tanjungpandan hanya butuh waktu 10 - 15 menit dan ke Destinasi Wisata Pantai Tanjung Kelayang atau Pantai Tanjung Tinggi hanya butuh waktu 15 - 20 menit.
Desa Wisata Terong menonjolkan budidaya tanaman sayur, potensi alam pantai, mangrove, dan daerah perbukitan yang sangat cocok untuk aktifitas hiking maupun kemping yang eksotik. Rata-rata masyarakatnya adalah nelayan tradisional, petani dan pekebun.
Ada pula wisata budaya, berupa kegiatan seni tari tradisional dan musik gambus yang tergabung dalam Sanggar Tari Aik Rusa Berehun yang berlokasi di bekas tambang timah milik masyarakat yang direklamasi secara swadaya oleh komunitas.
Kini, lokasi yang semula rusak telah menjelma menjadi kawasan yang hijau serta dilengkapi berbagai fasilitas serta sarana prasarana wisata seperti pondok tempat pertemuan, kantin, musola, toilet, dapur tradisional untuk masak, penginapan, warung, hingga tempat pertunjukkan seni tari dan musik Gambus. (X-8)
Korban perempuan atas nama Bebby Febiola, 11, warga Kampung Cicokok, Desa Citatah, meninggal dunia saat bermain di tepian danau, pada Minggu (3/8) siang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved