Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Sambut Natal dan Tahun Baru, Desa Wisata Panglipuran Tawarkan Konsep Sehari Jadi Orang Bali

Basuki Eka Purnama
15/12/2025 09:28
Sambut Natal dan Tahun Baru, Desa Wisata Panglipuran Tawarkan Konsep Sehari Jadi Orang Bali
sejumlah wisatawan mengunjungi Desa Wisata Penglipuran, Bali.(MI/RAMDANI)

DESA Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, siap menyambut liburan Natal dan Tahun Baru dengan konsep unik: menawarkan pengalaman penuh bagi wisatawan untuk merasakan kehidupan sehari menjadi orang Bali.

Konsep baru ini akan mulai diimplementasikan pada momentum Natal dan Tahun 2025 dan 2026, tepatnya sejak 21 Desember 2025. Pengelola berharap inisiatif ini dapat memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi setiap pengunjung.

Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran, Wayan Sumiarsa, menjelaskan bahwa pengalaman tersebut dihadirkan untuk menjawab keinginan wisatawan modern.

“Wisatawan inginnya menjadi orang Bali sehari, yaitu memakai pakaian adat Bali itu memang yang sedang dicari sekarang, ini akan kami kombinasikan, ketika mereka berpakaian adat Bali mereka juga bisa melihat secara langsung atraksi budaya yang kita punya di Penglipuran,” kata Sumiarsa di Denpasar, Sabtu.

Pengalaman Budaya dan Tradisi

Selama periode Natal dan Tahub Baru, wisatawan diundang untuk mengenakan pakaian adat Bali dan menyusuri desa yang pernah mendapat gelar desa terbaik dari UN Tourism tersebut. 

Perjalanan akan dimulai dari selatan, melintasi rumah-rumah tradisional, hingga memasuki area hutan bambu yang terkenal.

Selain menikmati keindahan arsitektur desa yang terjaga, wisatawan juga akan disuguhi berbagai atraksi budaya yang disiapkan oleh masyarakat dan generasi muda setempat. Salah satu sajian utama yang telah disiapkan adalah parade barong macan.

Pengalaman menjadi orang Bali sehari juga akan terasa melalui hidangan kuliner khas lokal, seperti mujair nyat-nyat, yang disajikan di area desa.

Lebih lanjut, Sumiarsa mengingatkan bahwa rumah-rumah warga kini telah dibuka sebagai penginapan lokal. Hal ini memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk merasakan pengalaman bermalam di rumah tradisional khas Penglipuran, berinteraksi langsung dengan warga, dan menikmati keasrian desa lebih lama.

Proyeksi Kunjungan dan Kesiapan Desa

Dengan konsep yang lebih menarik ini, pengelola Desa Wisata Penglipuran memproyeksikan peningkatan kunjungan harian mencapai 3.000 wisatawan per hari selama periode liburan. Angka ini telah disesuaikan dengan kemampuan daya tampung desa untuk mencegah overtourism dan menjaga kenyamanan warga lokal.

Mayoritas pengunjung diperkirakan akan didominasi oleh wisatawan nusantara (wisnus), terutama yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta. 

Pengelola juga mencatat, berdasarkan data kunjungan tahunan dari Januari hingga November 2025, Desa Penglipuran telah menyambut 826 ribu kunjungan, dengan rata-rata 2.000 kunjungan per hari. Total kunjungan hingga akhir tahun diprediksi menyentuh angka 900 ribu.

Masyarakat Desa Penglipuran, mulai dari petugas, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa, telah sepenuhnya siap menyambut lonjakan pengunjung. Kesiapan juga mencakup mitigasi risiko selama musim hujan. 

Pengelola telah menata area yang dianggap rawan dan memastikan pemasangan tanda-tanda peringatan pada titik-titik penting, guna menekan potensi dampak buruk cuaca. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya