Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pemerintah Jamin Stabilitas Pangan Papua Jelang Natal dan Tahun Baru, 4.634 Ton Beras SPHP Siap Disalurkan

Basuki Eka Purnama
10/12/2025 12:14
Pemerintah Jamin Stabilitas Pangan Papua Jelang Natal dan Tahun Baru, 4.634 Ton Beras SPHP Siap Disalurkan
Pelepasan penyaluran beras SPHP di Markas Polda Papua, Koya Koso, Selasa (9/12). (MI/HO)

MENJELANG perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pemerintah pusat menegaskan komitmen untuk menjamin ketersediaan dan stabilitas harga pangan, menjadikan wilayah Papua sebagai prioritas utama. 

Komitmen ini diwujudkan melalui operasi masif penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan pengaktifan infrastruktur distribusi baru.

Langkah strategis ini secara resmi ditandai dengan pelepasan penyaluran beras SPHP di Markas Polda Papua, Koya Koso, Selasa (9/12). 

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman, bersama Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, dan Gubernur Papua Mathius D Fakhiri.

Distribusi Dipercepat dengan Gudang Filial

Dalam tahap awal, Satgas Pengendalian Harga Beras menyalurkan 852 ton beras SPHP untuk enam provinsi di wilayah Papua Raya. 

Total, sebanyak 4.634 ton beras SPHP ditargetkan akan didistribusikan secara bertahap sepanjang November hingga Desember 2025 guna memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat selama periode Nataru.

Untuk mengatasi tantangan logistik dan pemerataan distribusi di Papua, diluncurkan terobosan penting berupa pengaktifan 32 Gudang Filial yang tersebar di 28 kota/kabupaten. 

Gudang-gudang ini berfungsi mendekatkan ketersediaan beras, menekan biaya logistik, dan memastikan beras SPHP dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. 

Fasilitas Gudang Filial ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Daerah, Polri, instansi daerah, pihak swasta, dan masyarakat setempat.

Jaminan Kehadiran Negara dan Harga Terjangkau

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menekankan bahwa operasi ini bertujuan utama untuk menjamin ketersediaan pangan dengan harga yang terjangkau.

“Beras SPHP ini untuk menjamin ketersediaan beras dengan harga terjangkau, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. Masyarakat harus tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” ujar Komjen Dedi.

Sementara itu, Mentan Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa program SPHP adalah bentuk kehadiran negara untuk menjaga daya beli masyarakat dan menstabilkan harga di pasar.

“Papua harus merasakan kehadiran negara secara langsung. Kita pastikan beras SPHP tersebar merata, kualitas terjaga, harga stabil. Tidak boleh ada gejolak menjelang Natal dan Tahun Baru,” tegas Amran.

Dirut Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan kesiapan penuh logistik dan armada untuk menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah-daerah terpencil di Tanah Papua.

Pengawalan Keamanan dan Rencana Jangka Panjang

Polri, melalui Kasatgas Pangan Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak dan Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs Syahardiantono, memastikan akses pangan ke seluruh distrik, termasuk wilayah terjauh dan sulit dijangkau, tetap menjadi prioritas utama. 

Bahkan, untuk wilayah rawan gangguan keamanan, suplai akan didukung dengan pola khusus yang melibatkan jalur darat, udara, dan laut.

Gubernur Papua Mathius D Fakhiri menyambut baik inisiatif ini, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi siap mendukung penuh pendistribusian agar tepat sasaran. Komitmen ketahanan pangan ini juga diperkuat dengan rencana jangka panjang, di mana Polri akan mendukung pembangunan 10 gudang logistik baru pada tahun 2026.

Kegiatan penyaluran beras SPHP ini dipastikan akan terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya di Papua, tetapi juga di wilayah lain yang harga berasnya masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya