Rabu 10 Agustus 2022, 19:15 WIB

Rahasia Sukses Pelaku UMKM Daerah Tembus Global

Mediaindonesia.com | Nusantara
Rahasia Sukses Pelaku UMKM Daerah Tembus Global

DOK Pribadi.
Pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) asal Solo, Monica Kumala, berhasil mendapatkan omzet ratusan juta rupiah per bulan.

 

PELAKU usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) asal Solo, Monica Kumala, berhasil mendapatkan omzet ratusan juta rupiah per bulan berkat berjualan pakaian. Kesuksesan lain dirasakan UMKM tas kanvas asal Kota Kembang, Agus Ardian, yang kini membuka lapangan kerja bagi masyarakat di Desa Cibereum setelah bisnis daringnya berkembang pesat.

"Menariknya, bersama Shopee keduanya memasarkan produk-produk lokal asal Indonesia ke ranah global seperti Asia Tenggara hingga Amerika Latin," ungkap Head of Marketing Growth Shopee Indonesia, Monica Vionna. Keberadaan platform e-commerce itu mendampingi dan hadir untuk para pengusaha mikro kecil menengah di Indonesia sejak 2015. Hingga akhir 2021 di Indonesia tercatat sudah ada 33,27 juta kunjungan setiap hari ke platform anak usaha SEA Group ini.

Selama perjalanan itu, Shopee telah menciptakan jejak manis dalam pertumbuhan UMKM di Indonesia. Berbagai program berskala kecil hingga besar telah dicetuskan perusahaan teknologi ini sejak 2019. Contohnya Program Ekspor Shopee yang mendorong UMKM Indonesia memperluas pasar menembus luar negeri. Hingga saat ini sudah ada tujuh negara menjadi tujuan ekspor, yakni Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Brasil, dan Meksiko. 

Dalam kurun waktu singkat yakni tiga tahun terakhir, imbuh Monica, Shopee mencatat UMKM yang telah mendaftar dan melakukan ekspor kini jumlahnya telah melebihi jumlah penonton di 60 lapangan sepak bola. Busana muslim hingga batik khas Indonesia menjadi komoditas ekspor primadona di pasar-pasar mancanegara lewat Shopee Ekspor. Hal itu dibuktikan dengan kenaikan penjualan batik yang diekspor melalui Shopee pada 2021 mencapai 600 persen dibandingkan 2020. Angka fantastis itu tidak lepas karena ada dorongan menaikkan kelas UMKM digital ke ranah global tanpa menghilangkan sentuhan budaya nusantara. Untuk dapat menjaga semangat itu, Shopee pun terus berkomitmen untuk membina UMKM Indonesia memperbesar kapasitasnya.

Pada saat mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), Shopee mencetuskan program pembinaan UMKM Lokal lewat Kampus UMKM Shopee. Berjalan aktif di 2021, Kampus UMKM Shopee menyediakan berbagai macam fasilitas yang dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan digital pelaku UMKM lokal, secara cuma-cuma, yang dibawakan oleh para pelatih dari Shopee yang telah tersertifikasi. Tidak hanya edukasi, Kampus UMKM Shopee juga menyediakan fasilitas seperti studio foto dan studio live streaming, yang dapat digunakan secara gratis.

Hingga kini, Kampus UMKM Shopee sudah tersebar di sembilan kota besar di Indonesia yakni Solo, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Medan, Samarinda, Balikpapan, Malang, dan Makassar. Ada juga Shopee Center dihadirkan sebagai perpanjangan tangan dari Kampus UMKM Shopee. Tujuannya agar para UMKM di kota-kota kecil tetap bisa mendapatkan akses berjualan yang setara dan memudahkan pelaku UMKM untuk tetap mengembangkan usahanya.

Monica menjelaskan Shopee Center perdana hadir di Mei 2021, bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), membawa misi yang sejalan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yakni membawa transformasi digital hingga daerah pelosok. Sukses di Jawa Barat, pada Juli 2022 lalu, Shopee menghadirkan Shopee Center di Kota Pekalongan untuk membantu 58.000 UMKM lokal di Kota dan Kabupaten Pekalongan, terkait pemasaran dan penjualan.

Misi pembinaan Shopee untuk UMKM terus berlanjut, dengan kerja sama bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menargetkan 26.000 siswa dan 406 guru SMK di 209 SMK se-Jawa Barat untuk mengikuti program tersebut. Pelatihan ini berfokus untuk mempersiapkan generasi muda di Jawa Barat agar memiliki kemampuan dan kompetensi berwirausaha melalui pengelolaan teknologi digital.

Karya-karya membanggakan hasil UMKM Indonesia pun dibawa Shopee ke daratan Eropa melalui ajang Java in Paris sebagai momentum memamerkan produk khas nusantara ke mata internasional lewat kota fesyen kenamaan dunia. Bekerja sama dengan Pemerintah Kota Solo dan KBRI Prancis memamerkan kebudayaan tradisional Indonesia dan ribuan produk UMKM lokal di Le BHV Marais, salah satu mal tertua di Paris, Prancis. Aksi positif itu mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para penduduk Kota Paris, dan menjadi topik perbincangan hangat di dalam negeri. Java in Paris bukan merupakan program pertama Shopee memamerkan produk lokal ke mata dunia. (RO/OL-14)

Baca Juga

ANTARA/NOVRIAN ARBI

Presiden Sebut Pembangunan 56 Ribu Hunian Korban Gempa Cianjur Dimulai Hari Ini

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 05 Desember 2022, 11:50 WIB
Bantuan tunai untuk perbaikan rumah akan mulai diserahkan Kamis (8/12) dengan nilai hingga Rp50...
Dok. BWS

BWS Salurkan Bantuan Paket Sembako Kepada Pensiunan Korban Gempa Cianjur

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 05 Desember 2022, 11:47 WIB
BWS menyalurkan bantuan berupa 1,300 paket sembako untuk para pensiunan yang berlokasi di cianjur dan...
MI/VOUCKE LONTAAN

Reserse Narkoba Polresta Manado Gagalkan Peredaran 30 Paket Sabu

👤Voucke Lontaan 🕔Senin 05 Desember 2022, 11:30 WIB
Terduga pengedarnya ialah seorang pria berinisial YK, 30, yang merupakan pegawai honorer di salah satu instansi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya