Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta merayakan Dies Natalis ke-50 dengan tajuk “Lima Dasawarsa Berbakti Kepada Negeri, Fondasi untuk Akselerasi Prestasi yang Berdampak dan Berkelanjutan”. Momentum ini sekaligus menjadi ajang peresmian Pusat Herbal Nasional sebagai wujud pengembangan potensi lokal menjadi inovasi ilmiah dan pengobatan berbasis herbal.
Rektor UNS Prof. Hartono, menegaskan bahwa kampus di Kentingan ini telah terakreditasi unggul secara institusi, dengan mayoritas program studi berakreditasi A dan 36 program studi berakreditasi internasional. Selain itu, UNS memiliki tiga Pusat Unggulan Iptek (PUI) yang telah lolos seleksi dan mendapat rekognisi dari Kementerian Riset dan Teknologi.
“Keberadaan UNS juga didukung 28 pusat studi aktif di bawah naungan LPPM UNS,” ujar Hartono saat perayaan Dies Natalis di Auditorium Kampus Kentingan, yang turut dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmad Pambudi.
Dengan berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional, UNS berkomitmen menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang unggul dan berdampak. Keberadaan universitas ini diharapkan berkontribusi memajukan peradaban manusia dengan melandaskan pada nilai-nilai luhur budaya Indonesia.
Peluncuran Pusat Herbal Nasional menegaskan fokus UNS pada pemanfaatan biodiversitas lokal, khususnya tanaman herbal, untuk dikembangkan menjadi obat herbal berstandar dan fitofarmaka. Program ini diharapkan meningkatkan kemandirian kesehatan masyarakat dan menempatkan kampus tersebut sebagai pusat herbal nasional dan internasional.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudi, mengapresiasi kemampuan UNS mengembangkan potensi tanaman obat menjadi ekstrak kapsul yang unggul.
“Indonesia memiliki lebih dari 2.800 spesies tanaman obat yang berpotensi menghasilkan pengobatan alami. UNS mampu memilah dan memanfaatkan potensi ini menjadi obat herbal unggul,” kata Rachmat.
Lebih jauh, pemerintah berharap pusat herbal ini menjadi program hilirisasi untuk pengembangan pengobatan herbal, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga regional dan internasional.
Pada perayaan Dies Natalis, UNS juga memberikan penghargaan Parasamya Anugraha Widyatama Taru Tirta Bawana kepada Prof. Emil Salim, yang bermakna Anugerah Keselamatan dan Kebijaksanaan untuk Dunia, seperti Pohon yang Memberikan Air Kehidupan.
Emil Salim menegaskan, langkah kampus mengembangkan sumber daya alam menjadi sarana pengobatan unggul sangat tepat dan memiliki manfaat besar bagi kesehatan umat manusia.
Dengan langkah strategis ini, pihak universitas tidak hanya menegaskan posisi sebagai kampus unggulan nasional dan internasional, tetapi juga menjadi pionir dalam pengembangan inovasi herbal berbasis lokal yang berdampak nyata bagi masyarakat. (WJ/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved