Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
DI Kota Solo, tradisi perayaan Lailatul Qadar selalu digelar Keraton Kasunanan Solo atau Keraton Surakarta Hadiningrat. Tradisi ini sebagai Malam Selikuran dengan digelar prosesi kirab 1000 tumpeng pada 20 Ramadan, Senin ( 9/3) malam. Tradisi Malam Selikuran atau Tumpeng 1000 selalu digelar dua versi.
Kali ini, Malam Selikuran gelar oleh Kubu Sinuhun Pakoe Boewono XIV ( Purbaya) dan PB Hangabehi ( Lembaga Dewan Adat/LDA Keraton ).
"Upacara tradisi itu untuk menyongsong turunnya wahyu Lailatul Qadar yang diterima Nabi Muhammad SAW. Tradisi Malam Selikuran ini sudah ada sejak era Keraton Demak atau Sunan Kalijaga," kata Ketua Lembaga Hukum LDA Keraton Kasunanan, Kanjeng Pangeran Eddy Wirabhumi kepada Media Indonesia, Senin siang ( 9/3).
Tradisi Malam Selikuran sebagai bagian dari upaya menyebarkan agama Islam di Jawa, dan terus dilanjutkan semasa Raja Mataram Islam, Sultan Agung, hingga dilestarikan sampai sekarang. Tradisi dalam wujud tumpeng sewu diarak dengan lampu ting/lampion sebagai simbol malam Lailatul Qadar.
Menurut dia, tumpeng sewu juga bisa diartikan sebagai konsep berbagi rejeki oleh raja pada masyarakat. Pembagian nasi tumpeng yang telah didoakan di Masjid Agung Keraton Surakarta itu, sambungnya, wujud perhatian seorang raja kepada rakyatnya
"Memang banyak filosofi yang terkandung dalam setiap isian nasi berkat yang dibagikan tadi. Semuanya bisa dimaknai sebagai rasa syukur atas kebaikan yang diberikan Allah SWT," ucap suami dari Ketua LDA, GRAy Koes Murtiyah ini.
Pada masa PB X hingga PB XII tradisi tumpeng sewu pada malam selikuran ini dikirab dari keraton menuju pendopo kapujanggan Taman Sriwedari. Namun seiring waktu, imbuh dia, prosesi kirab juga dilakukan Masjid Agung Keraton Kasunanan.
Wirabhuni menambahkan, tradisi perayaan malam selikuran, siapa pun boleh melakukan upacara adat.
"Semakin banyak yang mangayubagyo atau merayakan justru semakin baik," imbuh dia.
Gelarab tradisi malam selikuran yang bakal digelar LDA Keraton yang menjadi faksi dari Sinuhun PB XIV Hangabehi pada Senin malam (9/3/2026) ini dilengkapi hadrah mengelilingi Baluwarti sebelum menuju Masjid Agung. Juga ada obor oleh 1.000 abdi dalem, prajurit dengan kawulo Solo yang selalu mendapatkan perhatian besar dari masyarakat, seperti penyelenggaraan tahun sebelumnya.
"Kirab malam selikuran atau tumpengsewy zaman PB X, kirab memang memutar di Baluwarti. Tapi lepas dari itu semua tidak jadi soal mana yang paling benar. Tradisi adat malam selikuran ini untuk kebaikan bangsa ini," pungkas dia.
Pada bagian lain, kubu PB XIV Purbaya juga menggelar malam selikuran, dengan prosesi arak araiaj dari Pagelaran Keraton Surakarta menuju Pendopo Joglo Sriwedari yang berjarak 2 km dari Keraton Kasunanan Surakarta. (H-4)
Pahami perbedaan mendasar Lailatul Mi'raj dan Lailatul Qadr dari sisi sejarah, waktu terjadinya, hingga keutamaan spiritualnya bagi umat Islam.
PERSOALAN darurat sampah di Kota Solo makin serius, seiring pengolahan sampah menjadi energi listrik di Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) PLTSa Putri Cempo) yang tidak efektif sejak awal.
Tradisi Grebeg Syawal digelar saat Idul Fitri 1447 H dan menjadi daya tarik wisata di Solo.
Rutan Kelas I Solo membuka kunjungan tatap muka 20 menit saat Lebaran, dengan kuota 300 pendaftar per hari dan maksimal lima anggota keluarga.
Cek jadwal terbaru Kereta Panoramic rute Jakarta-Yogyakarta-Solo 2026. Nikmati fasilitas mewah, sunroof otomatis, dan pemandangan indah sepanjang jalur Jawa.
SEBANYAK 37 ribu kendaraan memasuki Kota Solo melalui Gerbang Tol ( GT) Ngemplak pada H-5 lebaran atau Idul Fitri 1447 H/2026. Kendaraan pribadi mendominasi arus mudik
Dies Natalis ke-50 UNS Surakarta diwarnai dengan peluncuran Pusat Herbal Nasional, kampus unggul internasional, inovasi herbal lokal untuk kesehatan masyarakat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved