Kamis 28 Juli 2022, 20:29 WIB

Polda Sulut Ungkap Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang

Voucke Lontaan | Nusantara
Polda Sulut Ungkap Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang

MI/Voucke Lontaan
Kapolda Sulut Irjen Mulyatno (tengah) memberi keterangan pers dugaan kasus perdagangan orang.

 

KEPOLISIAN Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (human trafficking). Dua perempuan terduga pelaku telah  ditangkap Subdit 4 Renaka Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulut.

"Penyidik Subdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda Sulut menahan dua perempuan terduga pelaku tindak pidana perdagangan orang. Masing-masing berinisial DT, 27, warga Manado, dan SK, 38,  warga Barito Utara, Kalimantan Tengah," kata Kapolda Sulut Inspektur Jenderal Mulyatno di Balai Wartawan Mapolda Sulut, Manado, Kamis (28/7).

Dikatakan, korbannya dua orang perempuan dibawah umur yakni, RD, 13, dan IM, 17. Kasus ini terungkap dari laporan ayah RD ke SPKT Polda Sulut, Minggu (12/6). Pelapor menerangkan, RD telah pergi dari rumah bersama IM beberapa waktu sebelumnya dan tidak diketahui keberadaan mereka.

"Dari penyelidikan, RD dan IM diduga kuat telah menjadi korban tindak pidana perdagangan orang. Keduanya didapati bekerja di sebuah tempat hiburan (kafe) milik terduga pelaku SK, di Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah," jelas Mulyatno.

Polda Sulut, tambahnya, kemudian berkoordinasi dengan pihak UPTD PPA Provinsi Sulut dan Yayasan Kasih Yang Utama (YKYU) Kalimantan Tengah untuk memulangkan kedua korban. "Hasil pengembangan kasus di Kalimantan Tengah, petugas mengamankan DT dan SK. Terduga pelaku diketahui merekrut kedua korban lalu dipekerjakan di kafe milik SK. Kedua korban dijerat utang oleh terduga pelaku berupa penggantian biaya tiket keberangkatan keduanya dari Manado ke Barito Utara,jelas Mulyatno.

Dikatakan, sejumlah barang bukti disita seperti 3 lembar e-tiket milik kedua korban dan seorang terduga pelaku, 1 lembar struk bukti transfer uang para terduga pelaku, 2 lembar Kartu Keluarga milik keluarga kedua korban, serta foto-foto lokasi kafe milik SK.

"Kedua terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti dan juga kedua korban telah ditahan di Mapolda Sulut untuk diperiksa lebih lanjut. Kedua terduga pelaku dijerat pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang," ujarnya.

Ancaman hukuman kata Mulyatno, pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp120 juta dan paling banyak Rp600 juta.

Direskrimum Polda Sulut Kombes Gani Siahaan menambahkan saat direkrut oleh terduga pelaku, kedua korban tidak tahu pasti akan dipekerjakan sebagai apa. "Diduga saat merekrut, para terduga pelaku menjanjikan pekerjaan yang baik dan layak. Tetapi ternyata saat sampai di Kalimantan Tengah, kedua korban dipekerjakan di kafe milik terduga pelaku SK sebagai pelayan kafe ataupun mendampingi tamu bahkan juga dipekerjakan sebagai PSK (Pekerja Seks Komersial) di kafe tersebut," katanya. (OL-15)

Baca Juga

dok.ist

Pujakesuma Nilai Ganjar Konsisten Rawat Seni Budaya Bangsa

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 21:45 WIB
ORGANISASI Pujakesuma menilai Ganjar Pranowo selalu memperhatikan nasib para pelaku seni di wilayahnya dan selalu terbuka dalam diskusi...
dok.Ant

Harga Cabai Rawit Di Bangka Masih Bertengger Rp97 Ribu Perkilo

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 20:57 WIB
HARGA cabai rawit di pulau Bangka Provinsi Bangka Belitung (Babel) masih tergolong tinggi, meski  sudag turun tetap tinggi dibanding...
dok.ist

OMG Jatim Beberkan Alasan Dukung Ganjar Pranowo Presiden 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 20:53 WIB
RIBUAN anak muda  gabungan dari  Kabupaten/ Kota Mojokerto, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Lamongan sepakat ikut serta dalam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya