Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL autopsi jenazah Kopda Muslimin tidak ditemukan bekas luka penganiayaan dan penyebab kematiannya adalah keracunan. Saat ini, petugas masih menyelidiki sumber racun yang mengakibatkan tewasnya terduga dalang penembakan istrinya sendiri tersebut.
Jenazah Kopda Muslimin, anggota TNI dari Batalion Arhanud 15/DBY, terduga dalang penembakan istrinya RW,34, di depan rumahnya di Jalan Cemara III, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang telah dibawa ke Kendal untuk dimakamkan. Setelah dilakukan autopsi di RS Bhayangkara Semarang untuk mengetahui penyebab tewasnya Kopda Muslimin, buron kasus penembakan yang juga menyeret lima tersangka lainnya, diketahui bahwa terduga meninggal akibat keracunan meskipun belum diketahui asal racun tersebut
"Tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka kekerasan atau penganiayaan, diketahui Kopda Muslimin mati lemas karena tanda pada otak atau keracunan," kata Komandan Pomdam IV/Diponegoro Kolonial CPM Rinoso Rudi usai proses autopsi di RS Bhayangkara Semarang.
Berdasarkan hasil autopsi, lanjut Rinoso, kematian terduga dalang penembakan istrinya sendiri tersebut berkisar 6-12 jam sebelum pemeriksaan yang dilakukan mulai pukul 13.30 WIB, hal ini juga sesuai keterangan saksi yang menemukan jenazah sekitar pukul 07.00 WIB.
Petugas autopsi juga belum menemukan jenis racun yang mengakibatkan tewasnya Muslimin karena masih perlu dilakukan pemeriksaan penunjang yakni patologi anatomi yang membutuhkan waktu 2-4 pekan serta pemeriksaan laboratorium.
Sementara itu jenazah Kopda Muslimin selanjutnya dibawa pulang ke Kendal kemudian dimakamkan di TPU Desa Trompo, Kecamatan Kendal Kota, Kabupaten Kendal tanpa upacara militer. Kepala Penerangan Kodam IV/Diponegoro Letkol Bambang Hermanto mengatakan Kopda Muslimin, terduga dalang penembakan terhadap istrinya tidak mendapatkan hak pemakaman secara militer karena untuk mendapatkan kehormatan tersebut harus memenuhi syarat tidak ada pelanggaran. (OL-15)
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu, dengan ketinggian air mencapai satu meter.
Lembaga pendidikan ini dinilai unggul dalam mengintegrasikan kurikulum modern dan salaf yang relevan dengan perkembangan zaman.
Bencana hidrometeorologi berupa banjir, longsor, dan angin puting beliung kembali melanda delapan kecamatan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah,
Ia menambahkan bahwa setelah dua fase tersebut, INA bahkan sudah membeli lahan untuk Fase III sebagai sinyal percepatan yang tidak main-main.
Halaman SD Negeri 2 Kutoharjo, Kendal, berubah menjadi ruang cerita sederhana. Anak-anak membaca bersama dalam Program PINTAR Tanoto Foundation.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kendal Iwan Sulistyo mengatakan setelah dilakukan pencarian akhirnya dua korban ditemukan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved