Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Banjir Kendal Meluas, 4.000 Rumah Terendam dan Jalur KA Pekalongan Lumpuh

Akhmad Safuan
17/1/2026 10:24
Banjir Kendal Meluas, 4.000 Rumah Terendam dan Jalur KA Pekalongan Lumpuh
Banjir merendam ribuan rumah di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah .(MI/Akhmad Safuan)

BANJIR yang melanda Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, semakin meluas akibat intensitas hujan yang masih tinggi. Hingga Sabtu (17/1), tercatat sebanyak 4.000 unit rumah di 23 desa yang tersebar di tujuh kecamatan terendam air dengan ketinggian antara 10 hingga 100 sentimeter. Sebanyak 9.196 jiwa atau 4.098 keluarga dilaporkan terdampak bencana ini.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia, luapan air berasal dari sejumlah sungai seperti Sungai Kendal dan Sungai Waridin. Tujuh kecamatan yang terdampak meliputi Ngampel, Pegandon, Cepiring, Brangsong, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, dan Kendal Kota.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Kendal, Iwan Sulistyo, menyatakan bahwa meskipun di beberapa titik air sempat surut, secara keseluruhan wilayah terdampak justru bertambah.

"Meskipun sejumlah kawasan banjir menurun, tetapi sebagian meluas karena intensitas hujan yang masih tinggi hingga mengakibatkan sungai meluap," kata Iwan Sulistyo, Sabtu (17/1).

Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu, dengan ketinggian air mencapai satu meter. Iwan menambahkan bahwa tim gabungan dari TNI, Polri, PMI, dan relawan terus bersiaga.

"Kita masih lakukan evakuasi warga," imbuhnya. Selain evakuasi, petugas juga telah menyiapkan lokasi pengungsian dan dapur umum di sejumlah titik strategis untuk memenuhi kebutuhan logistik warga.

Jalur Kereta Api Terganggu
Bencana banjir tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga melumpuhkan akses transportasi utama. Jalur rel kereta api di petak Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi terendam air, yang mengakibatkan gangguan jadwal perjalanan di lintas utara Jawa.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa penutupan jalur hulu dan hilir terpaksa dilakukan demi alasan keamanan. Sejumlah rangkaian kereta api pun terpaksa dialihkan melalui jalur selatan (memutar).

“Keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama, hingga saat ini jalur masih kami tutup sambil terus dilakukan pemantauan kondisi genangan air,” ujar Luqman Arif.

Beberapa KA yang harus memutar via Tegal–Prupuk–Kroya–Solobalapan antara lain KA 30F Anjasmoro, KA 92 Jayabaya, KA 96 Harina, dan KA 197 Kamandaka. Sebagai langkah antisipasi, pihak KAI menyiagakan armada khusus untuk menghadapi kendala prasarana.

"Kita juga menyiapkan lokomotif khusus jenis BB 304 yang memiliki kemampuan lebih andal untuk menarik rangkaian kereta pada lintasan dengan kondisi genangan air tertentu, khususnya untuk perjalanan dari arah timur menuju barat," pungkas Luqman. (AS/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya