Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN fasilitas katoda Lithium Ferro Phosphate (LFP) di Kendal kini menjadi proyek hilirisasi paling agresif yang tengah digeber Indonesia. CEO Indonesia Investment Authority (INA) Ridha D.M Wirakusumah, menyebut proyek katoda LFP di Kendal sebagai langkah strategis yang akan menentukan posisi Indonesia dalam peta industri kendaraan listrik dunia.
Ia mengatakan bahwa investasi katoda LFP di Kendal ini merupakan bagian dari portofolio jumbo INA. Ridha menegaskan bahwa kehadiran katoda LFP di Kendal memicu kompetisi global karena menjadi salah satu pabrik LFP terbesar di luar Tiongkok. Proyek katoda LFP di Kendal itu berdiri melalui kemitraan Changzhou Liyuan New Energy Technology dengan Indonesia Investment Authority (INA).
Ridha menjelaskan bahwa Fase I sudah tuntas dengan kapasitas 30.000 ton per tahun dan bahkan mulai mengekspor. Ia mengatakan Fase II yang menargetkan produksi 90.000 ton hampir selesai dalam dua bulan ke depan.
Ia menambahkan bahwa setelah dua fase tersebut, INA bahkan sudah membeli lahan untuk Fase III sebagai sinyal percepatan yang tidak main-main.
“Pabrik Kendal itu luar biasa, karena yang 30.000 ton sudah selesai dan sudah ekspor, lalu yang 120.000 ton lagi tinggal dua bulan rampung,” ujarnya di KEK Industropolis Batang, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/12).
Ridha menjelaskan bahwa ekspansi Fase II membutuhkan investasi sekitar USD 200 juta. Menurutnya, seluruh produksi katoda di pabrik ini sudah dikontrak oleh pembeli besar, mulai dari Ford, Tesla, LG Energy Solution, hingga Stellantis.
“Seluruh produksi ini seratus persen ekspor, dan semua pembeli besar sudah mengunci volume mereka,” tuturnya.
Ridha juga menekankan bahwa transfer teknologi akan berjalan penuh, karena para ahli dari Tiongkok dan Korea akan membimbing tenaga kerja Indonesia hingga mandiri.
“Mulai dari teknologi, riset, sampai para insinyurnya nanti dari Indonesia semua, karena alih teknologi berjalan cepat,” katanya.
Ia menyebut Jawa Tengah menjadi magnet investasi karena faktor produksi yang kompetitif. “Kelistrikan murah, material mentah tersedia, air baik, logistik di Kendal mendukung, dan pemerintah sangat suportif,” ujarnya.
Ridha menegaskan bahwa para investor melihat Indonesia sebagai basis produksi jangka panjang yang stabil. “Tenaga kerja Indonesia, teknologi masuk, listrik baik, ongkos produksi juga baik,” ujarnya lagi.
Ke depan, INA menargetkan ekspansi industri baterai tidak berhenti hanya pada katoda. Menurutnya, INA tengah menyiapkan strategi untuk merambah komponen lain seperti anoda dan separator.
Ridha menyebut langkah itu penting agar Indonesia punya rantai pasok baterai EV yang lengkap dan kompetitif. Ia optimistis strategi hilirisasi agresif ini akan membawa Indonesia menjadi pusat produksi baru di Asia.
Bahkan, katanya, Indonesia punya peluang besar untuk menggeser dominasi Tiongkok dalam industri baterai global. “Ini bukan sekadar investasi, ini lompatan besar menuju kemandirian energi nasional,” pungkasnya. (Cah/P-3)
Selama ini, sektor pertanian di Papua terbebani oleh ongkos pengiriman pupuk yang sangat mahal.
Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas),
HIMPUNAN Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyampaikan apresiasi dan menyambut baik arahan Presiden Republik Indonesia kepada para rektor dan pimpinan perguruan tinggi.
Keberhasilan menembus pasar Amerika Serikat menegaskan produk Krakatau Steel Group memenuhi standar kualitas global dan dapat diterima pasar internasional.
Ketahanan energi dan hilirisasi sebagai pilar strategis transformasi ekonomi nasional.
Rantai hilirisasi ini tentunya tidak hanya berhenti di Pertamina, namun juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas pada masyarakat.
Ketua Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengungkap ambisi Indonesia untuk menjadi negara acuan standar pengolahan Material Baterai Kendaraan Listrik di dunia.
Alva menghadirkan Alva Boost Charge Station untuk membuat pengisian daya lebih mudah dan cepat.
Upaya DRMA untuk pengembangan bisnis kendaraan listrik semakin mewujud nyata melalui penciptaan Dharma Connect.
Penyediaan sarana transportasi yang berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi udara.
Forum itu menghadirkan panelis lintas stakeholder berkaitan dengan adopsi kendaraan listrik di Indonesia, sekaligus memberikan masukan terhadap hasil riset sebagai perumusan road map.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved