Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TERSERET derasnya arus Sungai Lak Pantai Kemangi di Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal dua orang meninggal dunia dan dua lainnya selamat, akibat hujan deras mengguyur daerah hulu sungai tersebut mengalami peningkatan volume.
Pemantauan Media Indonesia Minggu (16/11) sejak pagi puluhan warga bersama sejumlah anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, kepolisian dan TNI berusaha mencari sejumlah warga yang hanyut di Sungai Lak Pantai Kemangi di Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal.
Setelah beberapa saat melakukan pencarian akhirnya Mastur,34, warga setempat dan Yuda Candra Nata, 11, warga Rejosari, Kecamatan Kangkung Kendal ditemukan sudah meninggal dunia, sedangkan dua Warda lainnya Dava dan Fadil berhasil selamat dan dirawat di RS PKU Aisyiyah Truko, Kendal.
Peristiwa terseretnya sejumlah siswa SD Negeri Rejosari terjadi pukul 08.30 WIB tersebut cukup menghebohkan warga setempat, bahkan salah satu korban Mastur yang berusaha melakukan penyelamatan tiga anak tercebur di sungai yang sedang mengalir deras ikut menjadi korban meninggal dunia.
"Korban Mastur berusaha menyelamatkan tiga anak yang tercebur fan terseret arus sungai, tetapi dua ikut terseret dan meninggal," ujar Makruf,60, warga setempat.
Pada pagi itu, menurut Ratmi,45, warga lainnya, ada tujuh anak sekolah dasar bermain di tepian Sungai Lak Pantai Kemangi di Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, namun tiba-tiba tiga anak tercebur ke dalam sungai, sehingga korban Mastur yang tidak jauh dari lokasi ikut menceburkan diri hingga berhasil menyelamatkan dua orang.
Namun naas saat akan menyelamatkan korban lainnya, lanjut Ratmi, juga ikut terseret hingga akhirnya dilakukan pencarian oleh warga bersama tim gabungan dari BPBD, kepolisian dan TNI yang langsung datang ketika dihubungi kejadian tersebut.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kendal Iwan Sulistyo mengatakan setelah dilakukan pencarian akhirnya dua korban ditemukan, korban Mastur ditemukan sudah meninggal dunia sedangkan korban Yuda Candra Nata masih selamat dan meninggal dunia saat dalam perawatan di rumah sakit.
"Arus sungai tersebut tidak stabil, kadang tenang tetapi saat hujan lebat di daerah hulu sangat cepat menggelontor mengarah ke Pantai Kemangi," ujar Iwan Sulistyo.
Banjir Rob
Sementara itu sebanyak 250 keluarga di Desa Mororejo Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal sudah lebih dari 10 hari terendam banjir rob denfan ketinggian 30-70 centimeter, setelah tanggul Sungai Kerikan jebol sepanjang 10 meter namun hingga saat ini belum ada perbaikan.
"Banjir rob itu datang pada dini hari hingga pagi tetapi pada siang air kembali surut, air keluar dan masuk melalui tanggul jebol tersebut," ungkap Kepala Dusun Mororejo Ardianto Dwi Ariadi Minggu (16/11).
Masalah jebolnya tanggul sejak awal bulan lalu, menurut Ardianto Dwi Ariadi, sudah dilaporkan ke Pemkab Kendal baik itu DPU maupun Pusdataru, namun hingga kini belum ada penanganan apapun, sehingga warga harus selalu siaga setiap dini hari karena khawatir banjir rob tersebut semakin meninggi.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengaku sudah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kendal untuk melakukan pengecekan terhadap tanggul sungai yang jebol dan sekaligus melakukan penanganan, agar banjir rob tidak naduk ke pemukiman penduduk di sepanjang sungai itu.
"Saya sudah perintahkan melakukan pengecekan, besok Senin (17/11) segera ditangani dengan penambalan secara darurat," katanya. (H-1)
Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu, dengan ketinggian air mencapai satu meter.
Lembaga pendidikan ini dinilai unggul dalam mengintegrasikan kurikulum modern dan salaf yang relevan dengan perkembangan zaman.
Bencana hidrometeorologi berupa banjir, longsor, dan angin puting beliung kembali melanda delapan kecamatan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah,
Ia menambahkan bahwa setelah dua fase tersebut, INA bahkan sudah membeli lahan untuk Fase III sebagai sinyal percepatan yang tidak main-main.
Halaman SD Negeri 2 Kutoharjo, Kendal, berubah menjadi ruang cerita sederhana. Anak-anak membaca bersama dalam Program PINTAR Tanoto Foundation.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved