Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM SAR gabungan mengevakuasi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Semarang, korban terakhir yang hanyut di Sungai Jolinggo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Selasa (4/11).
"Ditemukan pada Rabu (5/11) malam di jarak sekitar 10 kilometer dari lokasi pertama kali dilaporkan hilang," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Semarang Budiono di Semarang, Kamis (6/11).
Menurut dia, evakuasi dilakukan setelah petugas memperoleh laporan dari warga yang melaporkan penemuan jasad di tepian sungai.
Setelah dilakukan pengecekan, lanjut dia, dipastikan jasad tersebut adalah Nabila Yulian Dessi Pramesti, korban terakhir dalam kejadian nahas tersebut.
Dengan demikian, kata dia, enam mahasiswa UIN Semarang yang hanyut saat bermain di Sungai Jolinggo, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, seluruhnya telah ditemukan.
Adapun enam identitas korban dalam peristiwa tersebut masing-masing Riska Amelia, 21, asal Kabupaten Pemalang; Nabila Yulian Dessi Pramesti, 21, Kabupaten Bojonegoro; Syifa Nadilah, 21, asal Kabupaten Pemalang; Muhammad Jibril Asyarafi, 21, asal Kabupaten Jepara; Bima Pranawira, 21, asal Kabupaten Gresik; serta Muhammad Labib Rizqi, 21, asal Kota Pekalongan.
Sebelumnya, enam mahasiswa UIN Semarang yang sedang menjalani KKN hanyut di Sungai Jolinggo pada Selasa (4/11) siang.
Peristiwa itu bermula ketika sejumlah mahasiswa bermain air di tubing Genting Jalinggo di Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal.
Saat kejadian, kondisi arus sungai cukup kuat akibat hujan deras di bagian hulu. (Ant/Z-1)
KKN tematik ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga wadah pembelajaran bagi mahasiswa agar lebih peka terhadap isu-isu sosial.
Ketidakjelasan ini disebut menyebabkan warga negara tidak dapat memprediksi secara rasional apakah kritik atau pendapatnya dapat dipidana.
Posisi Turki sangat strategis sebagai lokasi belajar bagi pemuda dunia. Menurutnya, negara tersebut merupakan laboratorium hidup di mana peradaban bertemu dan berkolaborasi secara nyata.
Selain mahasiswa Polstat STIS yang terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi, BPS juga mengerahkan 50 pegawai BPS Pusat, serta pegawai BPS di kabupaten/kota terdampak.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Guru dan mahasiswa dilibatkan dalam pendidikan gizi di sekolah penerima MBG untuk meningkatkan kesadaran nutrisi dan mengoptimalkan konsumsi makanan siswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved