Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
TRAGEDI memilukan menimpa RL, warga Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara. Ia tewas di tempat akibat ditembak peluru tajam yang diduga dilakukan seorang aparat Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado.
"Jangan pegang pegang dulu. Mau autopsi. Masalahnya peluru belum dicabut. Biar dia (korban) salah apapun masih ada kaki, ini langsung bage (tembak) di dada. Ini sudah perencanaan. Ndak terima komang ini (kami tidak terima)," kata seorang ibu keluarga korban di rumah sakit yang viral di Facebook.
Kasie Humas Polresta Manado Iptu Sumardi dikonfirmasi, Senin (25/7), via telepon WhatsApp membenarkan peristiwa penembakan tersebut. "Iya, benar peristiwa ini. Polisi mengambil tindakan tegas dan terukur, sebab saat korban mau diamankan karena mengamuk dipengaruhi minuman keras beralkohol mengunakan senjata tajam melawan petugas," ujarnya.
Sumardi menjelaskan, kejadian itu berawal dari laporan warga melalui Call Centre 110/ 112, Sabtu (23/7), sekitar pukul 22.55 Wita. Saat itu warga melaporkan terjadi keributan di Lingkungan VII Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken, yang dilakukan RL dalam pengaruh miras dan membawa sajam jenis badik. Ia mengancam warga serta berteriak-teriak. Laporan itu, katanya, langsung ditindaklanjuti petugas Polsek Bunaken mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Namun pada saat diamankan terjadi perlawanan oleh RL dengan melontarkan kata makian terhadap kedua anggota.
Keterangan saksi mata MT, 50, selaku Kepala Lingkungan Sarotestan, Pandu Lingkungan VII Kecamatan Bunaken, melihat pelaku sedang membawa senjata tajam jenis pisau dan melakukan keributan di seputaran rumah pelaku di Pandu lingkungan VII Kecamatan Bunaken. "Setibanya anggota Polri di TKP, pelaku langsung menyimpan pisau tersebut di bawah mobil yang sedang parkir. Kemudian saksi langsung menghampiri anggota Polri dan memberi tahu hal itu," ujarnya.
Namun, kata Sumardi, setelah kedua anggota Polri mengamankan pisau, pelaku melontarkan kalimat makian terhadap kedua anggota dan memberontak langsung masuk ke rumah mengambil pisau. Tak lama berselang, lanjutnya, pelaku keluar rumah dengan botol yang sudah dipecahkan lantas menyerang anggota Polri Bripka SR, sehingga anggota tersebut jatuh. Saksi dan teman saksi, SL, bersama dengan Bripka WL sempat lari menghindar.
Namun, kata Sumardi, pelaku terus mengejar dengan botol yang sudah dipecahkan. Bripka WL bersama dengan saksi dan teman saksi berhenti sambil mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak satu kali ke arah atas. Namun pelaku tidak menghiraukan terus mengejar. "Dalam situasi tersebut, anggota Polri mengambil tindakan tegas keras dan terukur, karena telah membahayakan petugas Polri di lapangan dan masyarakat di sekitar TKP. Setelah tindakan itu RL langsung dibawa ke RS Bhayangkara dan dinyatakan meninggal dunia," jelasnya.
Baca juga: Pria Berkeluarga Tega Cabuli Remaja Berkebutuhan Khusus
Dikatakan, Tim Identifikasi Sat Reskrim bersama dengan Propam Polresta Manado telah melakukan olah TKP. "Terhadap keluarga kami memberikan dukungan moril biaya autopsi, sehingga bersama-sama dengan dokter RS Bhayangkara melakukan autopsi jenazah," tutur Sumardi.
Menurut Sumardi, Propam Polresta Manado telah mengamankan polisi yang mengambil tindakan tegas dan terukur sehingga menewaskan RL. Itu dilakukan sebagai transparansi dan profesionalitas terhadap kejadian yang ada di TKP. "Akan dicek penggunaan senjata api sesuai SOP sesuai Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian karena telah membahayakan petugas kepolisian di lapangan dan masyarakat di sekitar TKP," jelasnya. (OL-14)
SEORANG warga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di antara reruntuhan Gedung Koni, lapangan olahraga Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara, setelah gempa Manado berkekuatan magnitudo 7,6
BMKG terjunkan tim ahli ke Maluku Utara dan Sulawesi Utara usai gempa M 7,6. Fokus pada pemetaan kerusakan makroseismik dan mitigasi risiko 48 gempa susulan yang terjadi.
Kecepatan angin tertinggi berpotensi terjadi di perairan utara Kabupaten Kepulauan Sangihe, perairan Kabupaten Kepulauan Talaud, serta Laut Maluku.
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka lepas 200 pemudik gratis rute Kendari-Bobong. Solusi bagi warga yang sempat tertahan karena tiket kapal habis.
Potensi cuaca ekstrem hari ini di antaranya di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, serta Kabupaten Bolaang
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
Budi mengatakan personel akan ditempatkan di gereja-gereja, titik keramaian, hingga lokasi yang menjadi pusat kegiatan umat Kristiani selama perayaan Paskah.
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved