Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEKAN lalu tim Badan Wakaf Al Quran (BWA) mengunjungi proyek Wakaf Sarana Penerangan atau Listrik yang berada di Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin, Desa Sido Rahayu, Dusun Talang Pondok, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi Sumatera Selatan.
BWA bersama para asatidz, santri serta warga masyarakat sekitar pondok membuat Tasyakuran untuk mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan yaitu berupa berjalannya wakaf sarana penerangan dan listrik dalam project TCIT (Tebar Cahaya Indonesia Terang) BWA.
Dalam keterangan pers, Selasa (5/7), Safarudin selaku Kepala Desa Sidorahayu mengatakan,"Terima kasih kepada para wakif dan BWA yang telah membantu kami di sini sehingga kami tidak lagi kesulitan dalam kebutuhan penerangan dan juga listrik."
Baca juga : Silaturahmi ke Pesantren di OKI, SAG Disambut Antusias Tokoh Agama dan Masyarakat
Para santri pun sangat merasakan dampak dari wakaf tersebut, sekarang mereka tidak lagi harus membeli minyak dan menyalakan api untuk menerangi kamar dan aula belajar mereka, kemanfaatan ini sangat dirasakan di Desa yang jaraknya sangat jauh dari pusat kota.
Kyai Suwarno Abdillah selaku Pimpinan Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin, mengatakan,"Awal saya ke sini pada tahun 1982, kondisi sangat gelap setiap malamnya, berpuluh tahun kondisi di dusun dan pondok ini gelap, tapi sekarang Alhamdulillah para santri dan warga bisa menikmati wakaf dari para donatur."
Hermawan dalam hal ini mewakili CEO BWA mengatakan,“Alhamdulillah wakaf penerangan dan listrik ini berguna untuk belajar dan membaca Al-Qur’an di malam hari, dan harapannya ada Tahfidz Qur’an yang dihasilkan dari Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin ini, Insya Allah ada Ustadz-Ustadz hebat dari Pondok ini.”
Baca juga : SDG Sumsel Dukung Pengembangan Ponpes Sultan Mahmud Badaruddin di Palembang
“Sekarang, para santri dan warga dusun tidak lagi kebingungan, karena manfaat wakaf yang dirasakan oleh mereka bisa digunakan untuk nyetrika pakaian, mencuci pakaian, mencharge HP dan yang lainnya,” ucap Ustad Makinul Wahab.
Sahabat wakaf, manfaat yang dirasakan oleh 1 Pondok Pesentren dan 15 rumah warga sangat berguna bagi mereka, setiap malam mereka mengkaji ilmu-ilmu agama dengan penerangan yang telah disalurkan disini.
Mudah-mudahan dengan wakaf yang telah di salurkan ke Desa Sidorahayu Dusun Talang Pondok Kecamatan Buay Pemaca Provinsi Sumatera Selatan menjadi pahala yang mengalir bagi para wakif karena manfaat yang sangat besar sudah dirasakan oleh mereka.
"Untuk lebih jelas mengenai kegiatan BWA bisa mengunjungi www.BWA.id dan www.wakafquran.org," kata Hermawan. (RO/Ol-09)
Kabar duka datang dari bintang Dawson's Creek, James Van Der Beek. Pasca kepergiannya, dukungan mengalir deras lewat GoFundMe untuk membantu masa depan 6 anaknya.
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Donasi ini merupakan hasil penggalangan dana sukarela dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMD, serta masyarakat Kabupaten Sumedang
Penyaluran donasi ini melalui BAZNAS sehingga diyakini bakal sampai ke tangan yang tepat dan membutuhkan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berhasil menghimpun donasi masyarakat sebesar Rp3,1 miliar dalam rangkaian perayaan malam tahun baru 2026.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memfasilitasi penggalangan dana kemanusiaan pada malam pergantian tahun 2026. Donasi tersebut ditujukan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Kondisi lingkungan yang lembap dan air yang menggenang dapat menjadi media penghantar arus listrik dari instalasi yang tidak terlindungi.
Peristiwa tragis ini terjadi saat keduanya berada di dalam rumah ketika air sungai tiba-tiba meluap dan masuk ke pemukiman dengan cepat.
Dua dari tiga korban merupakan pasangan suami istri berinisial HW, 54, dan NJ, 49.
Selain keberadaan bengkel, ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi krusial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved