Selasa 05 Juli 2022, 07:56 WIB

Sandiaga Sebut Harga Tiket Masuk Pulau Komodo Rp3,7 Juta Masih Dibahas

Insi Nantika Jelita | Nusantara
Sandiaga Sebut Harga Tiket Masuk Pulau Komodo Rp3,7 Juta Masih Dibahas

MI/John Lewar
Sejumlah wisatawan tiba di Loh Buaya, Pulau Rinca, di kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur.

 

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan wacana tiket terusan seharga Rp3.750.000 bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur, yang berlaku selama satu tahun, masih dalam tahap pembahasan.

Ia menuturkan wacana ini merupakan upaya untuk menjaga keberlangsungan dari aspek konservasi lingkungan di Taman Nasional Komodo.

"Terkait wacana tiket terusan Taman Nasional Komodo sebesar Rp3,7 juta per tahun masih wacana," kata Sandiaga dalam keterangan resmi, Selasa (5/7).

Baca juga: Pengunjung Pulau Komodo akan Dibatasi demi Kelestarian Ekosistem

Selain mengutamakan nilai-nilai konservasi dan keberlanjutan lingkungan, wacana itu juga mempertimbangkan beban sementara atau carrying capacity pengunjung yang berwisata ke Komodo.

"Kita harus mengutamakan konservasi, bagaimana menjaga keberlanjutan dari Taman Nasional Komodo ini berarti harus ada pembatasan dari kunjungan wisatawan," kata Sandiaga.

Ia mengaku akan terus berkoordinasi lintas kementerian/lembaga terkait untuk membantu proses pengambilan keputusan kajian tersebut

Kemenparekraf bersama kementerian/lembaga, dikatakannya, akan maksimal mengembangkan destinasi-destinasi lain yang ada di Labuan Bajo sehingga kunjungan wisatawan dapat tersebar ke destinasi-destinasi lain.

Seperti Waerebo, yang merupakan salah satu desa wisata terbaik juga wisata kuliner yang sangat menarik di salah satu destinasi super prioritas itu.

Apalagi, sambung Sandiaga, Labuan Bajo akan menjadi tuan rumah berbagai event berskala dunia, termasuk ASEAN Summit 2023.

"Presiden juga akan meresmikan waterfront yang akan punya satu daya tarik unik yaitu menatap matahari terbenam tanpa harus pergi ke Taman Nasional Komodo. Ini jadi destinasi alternatif," tutur Menparekraf.

Ia optimistis dengan potensi alam dan budaya serta ekonomi kreatif yang dimiliki Labuan Bajo, apapun keputusan yang diambil nantinya, Labuan Bajo akan tetap menjadi destinasi liburan yang menghadirkan peluang usaha dan lapangan kerja yang luas untuk masyarakat di Nusa Tenggara Timur secara khusus. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA

Kasus Aktif PMK di Sulsel Masih Tinggi

👤Lina Herlina 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 17:23 WIB
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan diminta segera melakukan upaya menurunkan kasus aktif...
ANTARA

Cipelang Herang Akan Jadi Ikon Baru Wisata di Kota Sukabumi

👤Benny Bastiandy 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 17:11 WIB
KOTA Sukabumi, Jawa Barat, notabene minim wisata alam. Pemerintah daerah setempat pun terus berupaya memaksimalkan potensi yang ada di...
Ist

Peduli Sampah Plastik, Resta Pendopo KM 456 Hadirkan Inovasi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 16:40 WIB
Pengelola Resta Pendopo KM 456 tidak ingin produksi sampah di tempatnya tidak terkelola dengan baik dan menjadi permasalahan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya