Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA kebutuhan pokok (sembako) semakin menggila. Di daerah pantura Jawa Tengah kenaikan harga bawang merah berkejaran dengan cabai yang juga masih pedas dirasakan warga.
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (9/6), kenaikan harga beberapa jenis kebutuhan pokok semakin tidak terkendali, di beberapa pasar tradisional di pantura Jawa Tengah seperti Pasar Johar (Semarang), Grogolan (Pekalongan), Cepiring (Kendal), Pasar Raya (Salatiga), Projo (Ambarawa), harga bawang merah dan cabai masih menjadi tertinggi.
Harga bawang merah kembali naik dari sebelumnya Rp51.250 menjadi Rp61.250 per kilogram. Pun harga cabai rawit merah (lombok setan) juga tetap bertahan tinggi yakni Rp100 ribu per kilogram, cabai merah besar naik lagi dari Rp71.250 menjadi Rp76.250 per kilogram serta cabai rawit dan merah keriting Rp71.000 per kilogram.
Namun, tidak seluruh sembako naik, harga beberapa barang lain tetap bertahan tinggi seperti telur ayam ras Rp28.400 per kilogram, daging ayam potong Rp35.500 per kilogram, minyak goreng curah Rp17.500 per kilogram, minyak goreng kemasan Rp22.500-25.150 per kilogram dan bawang putih Rp36.250 per kilogram.
"Waduh beli bumbu dapur terutama cabai dan bawang merah tidak ditimbang lagi, Rp10.000 hanya dapat lima biji cabai dan lima biji bawang merah," gerutu seorang ibu rumah tangga di Pasar Projo Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Hal tersebut juga dibenarkan, Naning, 61, pedagang grosir cabai dan bawang di Pasar Johar, Kota Semarang. Harga cabai tetap bertahan tinggi bahkan untuk cabai merah besar dan bawang merah ikutan naik dibandingkan sehari sebelumnya karena stok hasil pertanian berkurang.
Baca juga: Harga Cabai dan Bawang Merah Naik Lagi di Pasar Klaten
Sementara itu, di beberapa sentra pertanian bawang dan cabai di Sumowono dan Getasan (Kabupaten Semarang), Trengguli (Demak), Weleri (Kendal) saat ini sebagian besar masih memasuki musim tanam. Beberapa petani yang sempat panen itupun jumlah tidak terlalu banyak.
"Hanya panen sisa saja sebelum mengganti tanaman baru," ungkap Kusnadi, 60, petani bawang merah di Sumowono.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi dsn UKM Kota Pekalongan Junaenah mengatakan penyebab kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok terutama cabai dan bawang merah tersebut karena stok tersedia berkurang.
"Banyak petani belum panen dan cuaca juga menjadi penyebab turunnya jumlah panen," ucapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Stabilitas Harga Dinas Perdagangan Kota Semarang Sugeng Dilianto, terjadinya kenaikan harga terutama komuditas pertanian tersebut karena faktor cuaca cukup ekstrem saat ini. Selain produksi hasil pertanian menurun, lanjut Sugeng Dilianto, cuaca buruk juga mengganggu hasil panen serta transportasi sehingga harga beberapa barang di pasar tersebut melonjak.
"Kita berupaya terus mengendalikan harga namun kondisi di lapangan memang jumlah barang menurun," tutur Sugeng.(OL-5)
Pantauan di Pasar Gedhe Klaten, Senin (9/3), harga beras lokal medium IR-64 stabil Rp14.000 per kilogram, dan beras Bulog SPHP tetap Rp12.500 per kilogram.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram.
Sedangkan cabai rawit hijau yang semula harganya rata-rata kisaran Rp49.400 per kg, naik jadi Rp52.200 per kg.
Kenaikan harga daging ayam ras berada di kisaran Rp5.000–Rp6.000 per kilogram seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menu berbuka puasa.
MENJELANG Hari Raya Idulfitri, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Makassar mulai merangkak naik.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, untuk beras kualitas bawah I tercatat Rp14 ribu per kilogram dan bawah II Rp13.500 per kilogram.
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved