Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
STASIUN Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) mengeluarkan peringatan dini cuaca buruk. Dalam dua hari mendatang, ketinggian gelombang di Samudra Hindia sebelah selatan Jateng dan DIY mencapai kisaran 4-5 meter.
Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap Sawardi mengatakan bahwa pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Timur-Selatan. Kecepatannya mencapai berkisar 5-15 knot.
"sedangkan di daerah Indonesia bagian selatan dominan bergerak Timur-Tenggara dengan kecepatan angin 5-20 knot," jelasnya, Selasa (25/5).
Dikatakan Sawardi, dengan kecepatan angin tersebut membuat gelombang di Samudra Hindia sebelah selatan Jateng DIY meningkat. "Prediksinya gelombang tinggi antara 4-6 meter terjadi di selatan perairan Cilacap, Kebumen, Purworejo, Yogyakarta. Karena itulah, kami mengimbau kepada masyarakat untuk waspada, terutama nelayan," ungkapnya.
Menurutnya, perahu nelayan dan tongkang harus waspada, karena gelombang masih tinggi. Berdasarkan prakiraan, kondisi cuaca buruk masih akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang. (OL-15)
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang laut tinggi hingga 4 meter disertai angin kencang dan hujan, sehingga sebagian besar nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
BMKG menyebut, kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat, bahkan hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Memasuki siang hari, sebagian besar Jakarta mulai turun hujan kecuali Jakarta Barat yang akan berawan dan Kepulauan Seribu yang akan turun hujan disertai petir.
Untuk wilayah DKI Jakarta, hujan diproyeksikan masih akan terjadi selama satu pekan ke depan.
BMKG memprediksi kondisi cuaca cerah berawan akan terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Memasuki siang hari, sebagian besar wilayah Jakarta akan berawan kecuali Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan turun hujan ringan.
BMKG kembali mengeluarkan peringatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved