Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
MUNCULNYA penyakit mulut dan kuku pada sapi di empat daerah di Jawa Tengah belum mempengaruhi harga daging di pasaran. Harga daging sapi tetap stabil sejak sebelum lebaran lalu.
Pemantauan Media Indonesia, Jumat (13/5), harga berbagai kebutuhan pokok (sembako) di beberapa daerah di pantura Jawa Tengah masih tetap stabil sejak sebelum lebaran hingga saat ini tidak terjadi lonjakan atau penurunan meskipun tingkat kebutuhan berkurang.
Di beberapa daerah seperti Pekalongan, Kendal, Semarang dan Demak harga kebutuhan pokok masih stabil seperti beras kelas bawah Rp10.650 per kilogram, gula pasir Rp15.000 per kilogram, bawang merah dan bawang putih Rp42.500 per kilogram dan minyak goreng curah Rp16.000-18.000 per liter.
Penurunan sedikit terjadi pada harga telur ayam ras dari sebelumnya Rp26.000 menjadi Rp25.500 per kilogram. Pun harga cabe ada penurunan berkisar Rp500-1.000 per kilogram jika dibandingkan saat libur lebaran.
Sementara itu harga daging ayam potong juga mengalami penurunan dari sebelumnya Rp38.000 menjadi Rp25.500 per kilogram, namun untuk daging sapi di beberapa pasar tradisional tetap stabil yakni untuk kualitas 1 Rp150.000 per kilogram dan kualitas 2 Rp141.000 per kilogram.
"Harga daging sapi tetap sama dari sebelum lebaran hingga sekarang, jadi tidak terpengaruh dengan ramainya berita tentang penyakit mulut dan kuku pada hewan," kata Titik, 45, distributor daging sapi di Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Baca juga: Usai Lebaran Harga Daging Sapi Dan Ayam Masih Tinggi di Babel
Hal serupa juga diungkapkan Satini, 50, pedagang daging di Pasar Johar, Kota Semarang, harga daging sapi stabil dan untuk daging ayam potong turun.
"Wah ramai penyakit mulut dan kuku tidak berpengaruh dengan harga dan penjualan," ucap Satini.
Sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan agar instansi terkait terus memantau dan mewaspadai penyebaran penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak terutama sapi, yakni dengan memperketat lalu lintas hewan di perbatasan antardaerah dan provinsi.
"Penyakit mulut dan kuku sudah terdeteksi di empat daerah yakni Boyolali, Rembang, Banjarnegara dan Wonosobo, namun masih bisa diobati sehingga tidak perlu panik," ujar Ganjar Pranowo.
Berdasarkan laporan sementara dari dinas peternakan, lanjut Ganjar Pranowo, jumlah hewan terserang penyakit mulut dan kuku di empat daerah tersebut tidak banyak, sehingga tidak perlu kekhawatiran cukup besar namun tetap dipantau dan waspada. (OL-5)
Kenaikan bahan pokok mulai terjadi pada cabai merah, telur, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi dan beras premium.
Pemerintah membantah klaim bahwa harga daging kerbau beku di pasaran jauh melampaui harga acuan pembelian (HAP) konsumen sebesar Rp80.000 per kilogram.
Pemerintah telah menetapkan koridor harga daging sapi di tingkat konsumen dalam rentang Rp105.000 hingga Rp140.000 per kg.
Harga daging sapi beku kini rata-rata berada di atas Rp110.000 per kilogram, melonjak signifikan dari harga normal yang berkisar Rp80.000 hingga Rp90.000 per kilogram.
Tingginya permintaan didorong oleh kebutuhan masyarakat untuk memasak daging sapi sebagai menu berbuka puasa dan sahur.
Kementan mempercepat pengembangan investasi peternakan sapi skala besar di Kalimantan Tengah dengan target populasi mencapai 200 ribu ekor dalam satu kawasan terintegrasi.
Vaksinasi PMK bertujuan untuk memberikan penguat anti-PMK atau vaksin guna mencegah ternak dari penularan PMK.
Kunjungan PDHI sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya deteksi dini penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah diwaspadai menjelang Iduladha.
Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 M, Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban.
Pemerintah daerah diminta aktif melaporkan hasil pemeriksaan hewan, baik sebelum (antemortem) maupun sesudah pemotongan (postmortem), melalui aplikasi iSIKHNAS.
JELANG Hari Raya Idul Adha, Pemkab Tuban, Jatim, meningkatkan pengawasan mobilitas ternak antarprovinsi.
Pemkab Bandung Barat membentuk Satgas Penanganan PMK yang terdiri dari unsur pemerintah, TNI, Polri, asosiasi peternakan, dan sektor swasta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved