Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DIDUGA tersangkut korupsi dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) Polres Blora sejak 2021, pasangan suami-istri yang merupakan anggota Polres Blora, Jawa Tengah ditahan Kejaksaan Negeri Blora. Ulah keduanya membuat negara dirugikan sekira Rp3 miliar.
"Keduanya kira tahan hingga 20 hari kedepan dan dititipkan di Rutan Blora sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang," kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Blora Jatmiko, didampingi Jaksa Penuntut Umum Karyono dan Darwadi, Rabu (11/5).
Pasangan suami-istri anggota Polres Blora, lanjut Jatmiko, yakni Bripka EFJ (suami) bertugas di bagian Humas Polres Blora dan Briptu EM (istri) bertugas di Satuan Lalulintas Polres Blora di bagian bendahara.
Jatmiko mengatakan, keduanya telah mengembalikan hasil penyelewengan tersebut Rp1,4 miliar, sehingga masih ada kerugian negara Rp1,6 miliar. "Kita telah menyita beberapa barang bukti hasil kejahatan yakni kendaraan bermotor, gadget, beberapa dokumen, dan buku rekening," ujar Jatmiko. (OL-15)
Kebakaran kembali terjadi tempat penampungan minyak mentah hasil pengeboran ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
BPBD Blora juga telah menurunkan petugas untuk terus memantau kondisi di dua kecamatan tersebut, terutama saat terjadi cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang.
Polisi akan mengundang tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat untuk mengklarifikasi secara terbuka bahwa RF tidak terbukti bersalah.
Lima santriwati Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Quran Al Maa'uun Blora yang hanyut dan tenggelam di Sungai Lusi seluruhnya ditemukan meninggal.
TIGA orang santriwati yang terseret arus sungai Lusi di Kelurahan Kedungjenar, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditemukan tewas akibat tenggelam.
Delapan satriwati hanyut pada Kamis (11/12) pagi di Sungai Lusi, Blora, Jawa Tengah. Tiga selamat, satu ditemukan meninggal, dan empat masih hilang.
Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada Jumat 30 Januari Agus Triyono, tersebar di 18 lokasi.
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Sekda Provinsi Jateng turun langsung mengawal proses pencarian pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang lereng gung Lawu.
Selain hujan ekstrem, wilayah terdampak berada pada Sub DAS Penakir, bagian hulu Sub DAS Gintung, dengan kondisi lereng agak curam hingga sangat curam
Gelombang tinggi berlangsung di perairan Jawa Tengah hingga 4 meter hingga berdampak mengganggu aktivitas pelayaran.
Penyemaian dilakukan pada area target di perairan utara Jawa Tengah dengan jarak 52–82 nautical mile dari Bandara Ahmad Yani Semarang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved