Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH seharian melakuhan pencarian, BPBD Blora berhasil menemukan 3 santriwati Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Quran Al Maa'uun Blora yang hanyut dan tenggelam di Sungai Lusi, Desa Kedungjenar, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora. Saat ditemukan ketiganya dalam kondisi meninggal dunia.
Pemantauan Media Indonesia Jumat (12/12) petang, ketiga korban yang merupakan santriwati Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Quran Al Maa'uun Blora yakni SR (14) asal Tunjungan, AFR (13) asal Tunjungan, dan CPM (16) asal Todanan ditemukan di tempat terpisah.
Sebelumnya Kamis (11/12) pagi, diketahui 8 santriwati hanyut dan tenggelam saat akan mencari kerang setelah berkunjung ke rumah ustadz yang berada di bantaran Sungai Lusi. Tiga santriwati berhasil selamat tetapi lima santri lainnya hanyut terseret arus sungai yang deras. Tim pencarian pada hari tersebut berhasil menemukan 2 santriwati meninggal dunia.
Cuaca buruk dan kondisi gelap karena sudah larut malam memaksa pencarian dihentikan di hari pertama kejadian. Pada hari kedua pencarian dilanjutkan sejak pagi namun hingga siang tiga santriwati belum dapat ditemukan. Baru sore akhirnya ketiga korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah meninggal di tempat terpisah.
"Usai salat Jumat, korban CPM ditemukan berjarak 1,5 kilometer dari lokasi kejadian. Kemudian jenazah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan disemayamkan sementara," kata Kepala Pelaksana BPBD Blora Mulyowati Jumat (12/12).
Kemudian menyusul korban SR, ungkap Mulyowati, ditemukan sekira pukul 14.30 WIB berada di sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian dan 15 menit kemudian santriwati AFR ditemukan pada jarak 1,2 kilometer dari tempat kejadian, sehingga 5 korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Setelah proses pemeriksaan dan pemandian jenazah di rumah sakit, menurut Mulyowati, ketiga jenazah santriwati tersebut diserahkan ke keluarga mereka untuk dimakamkan di kampung halaman masing-masing.
Bupati Blora Arief Rohman mengungkapkan rasa kesedihan dan keprihatinan atas musibah yang merenggut jiwa 5 santriwati Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Quran Al Maa'uun Blora tersebut. Dia berharap kejadian seperti ini merupakan yang terakhir terjadi karena cuaca ekstrem masih berlangsung diperkirakan hingga Januari mendatang.
"Saya menghimbau agar warga meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini. Kepada orang tua agar tetap mengawasi anak-anaknya agar tidak berada sehat dengan sungai karena volume meningkat dratis," ujar Arief Rohman.
Sementara itu 3 santriwati selamat daiam musibah tersebut, yakni AG, RAM (asal Randublatung) serta FAA (asal Kedungjenar) secara berangsur-angsur kondisinya membaik setelah dilakukan perawatan di RSUD Blora. Namun mereka terlihat trauma akibat peristiwa itu dan belum dapat dimintai keterangan. (E-2)
Kebakaran kembali terjadi tempat penampungan minyak mentah hasil pengeboran ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
BPBD Blora juga telah menurunkan petugas untuk terus memantau kondisi di dua kecamatan tersebut, terutama saat terjadi cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang.
Polisi akan mengundang tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat untuk mengklarifikasi secara terbuka bahwa RF tidak terbukti bersalah.
TIGA orang santriwati yang terseret arus sungai Lusi di Kelurahan Kedungjenar, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditemukan tewas akibat tenggelam.
Delapan satriwati hanyut pada Kamis (11/12) pagi di Sungai Lusi, Blora, Jawa Tengah. Tiga selamat, satu ditemukan meninggal, dan empat masih hilang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved