Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

3 Santriwati yang terseret Arus Sungai Lusi Blora Ditemukan Tewas Tenggelam

Akhmad Safuan
12/12/2025 17:58
3 Santriwati yang terseret Arus Sungai Lusi Blora Ditemukan Tewas Tenggelam
Pencarian satriwati tenggelam di Blora.(Dok. MI)

TIGA orang santriwati yang terseret arus sungai Lusi di Kelurahan Kedungjenar, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditemukan tewas akibat tenggelam. Mereka merupakan santriwati Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Quran Al Maa'uun Blora yang dilaporkan hilang pada Kamis (11/12) pagi.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto di Blora, mengonfirmasi tentang kabar meninggalnya tiga santriwati tersebut. Ketiganya berhasil ditemukan oleh tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi berbeda, mengikuti arus sungai dari lokasi kejadian.

Ketiga korban yang berhasil ditemukan yakni Chika Permata Meylani (16) asal Todanan yang ditemukan sekitar pukul 13.15 WIB di lokasi yang berjarak 3,2 kilometer (Km) dari tempat kejadian.

Sementara korban kedua, yakni Sulistiyana Rofiatun (12) asal Tunjungan, ditemukan sekitar pukul 14.20 WIB di lokasi berjarak 1,8 km dari lokasi kejadian korban terseret arus sungai. Sedangkan korban ketiga, Asyifa Fitria Ramadhani (13) asal Tunjungan ditemukan pukul 14.35 WIB ditemukan di daerah Kelurahan Mlangsen, Blora Kota yang berjarak 1,3 km dari lokasi kejadian.

"Dengan ditemukannya tiga korban ini, total santriwati yang meninggal dunia ada lima orang karena sebelumnya ditemukan dua korban meninggal," ujarnya.

Kedua korban meninggal tersebut, yakni Nur Cahyati (15) warga Desa Kawengan, Jepon, ditemukan pukul 13.00 WIB tak jauh dari lokasi kejadian sekitar 200 meter dan Nuriita Aprila Sari (16) asal Kunduran, ditemukan pukul 14.00 WIB di lokasi yang berjarak 600 meter dari lokasi kejadian.

Sementara tiga korban selamat, yakni Fatma Azya Azzahira (17) asal Kelurahan Kedungjenar, Aqiella Ghasany (15) dan Raisha Afiqa Maulida (14) sama-sama dari Randublatung.

"Ketiga korban selamat setelah tersangkut pada batang pohon dan berhasil dievakuasi oleh warga serta tim SAR yang datang ke lokasi," ujarnya.

Peristiwa delapan korban terseret arus air Sungai Lusi tersebut terjadi pada Kamis (11/12) sekitar pukul 06.30 WIB. Delapan santriwati tersebut awalnya tengah beraktivitas di tepi Sungai Lusi yang berada di Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora untuk mencari kerang.

Namun, kondisi tepi sungai yang licin membuat beberapa dari mereka terpeleset dan terseret arus air sungai yang deras. Upaya rekan-rekan mereka untuk menolong tidak berhasil, sehingga beberapa santriwati ikut terbawa arus.
(Ant/H-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik