Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kolam Penampungan Minyak Diduga Ilegal di Blora Kembali Terbakar

Akhmad Safuan
06/1/2026 22:16
Kolam Penampungan Minyak Diduga Ilegal di Blora Kembali Terbakar
Kepulan asap tebal berasal dari kolam penampung hasil produksi sumur minyak diduga ilegal yang terbakar di Blora.(MI/Akhmad Safuan)

 

KEBAKARAN kembali terjadi tempat penampungan minyak mentah hasil pengeboran ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.. Warga menghadang dan melarang jurnalis yang hendak masuk ke lokasi dengan alasan yang tidak jelas.

Pemantauan Media Indonesia Selasa (6/1) petang, kepulan asap kebakaran cukup tebal masih terlihat jelas dari luar Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. Puluhan petugas pemadam kebakaran dengan mobil damkar dan aparat kepolisian keluar masuk ke lokasi sumur minyak ilegal yang sebelumnya terbakar pada Agustus 2025 lalu.

Keterangan sementara yang diperoleh kepulan asap tebal berwarna hitam pekat tersebut berasal dari kolam penampungan minyak mentah yang diambil dari sumur minyak yang diduga ilegal di desa itu. Namun ketika sejumlah jurnalis hendak mengecek, langsung dicegat warga untuk tidak masuk ke lokasi dengan alasan tidak jelas.

"Iya, terjadi kebakaran berasal dari kolam minyak mentah yang diambil dari sejumlah sumur minyak di desa itu," kata Kepala Bidang Damkar Satpol PP Blora Hariyanto Purnomo.

Petugas damkar Blora, ungkap Hariyanto, sudah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pemadaman api yang berkobar sejak pukul 15.30 WIB tersebut. Namun sejauh ini belum mendapatkan laporan pasti penyebab kebakaran tersebut, meskipun dikhawatirkan kebakaran sumur minyak pada Agustus lalu terulang kembali.

PENCEGATAN WARTAWAN
Seorang wartawan yang juga Ketua PWI Blora Heri Purnomo membenarkan pencegatan dilakuhan sekelompok Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora terhadap sejumlah jurnalis yang hendak meliputi peristiwa tersebut. "Kami sangat menyayangkan penghadangan warga terhadap jurnalis yang sedang bertugas," imbuhnya.

Menurut Heri, para jurnalis yang hendak meliput peristiwa kebakaran dihadang warga dengan alasan tidak jelas. Bahkan meskipun sempat mencoba negosiasi dengan warga setempat hasilnya nihil dan warga tetap menjaga di jalan menuju Dukuh Gendono.

Wakil Kepala Polres Blora Komisaris Slamet Riyanto mengaku belum dapat bertindak apa-apa dan meminta para jurnalis untuk berkomunikasi dengan warga setempat."Ya silakan nanti komunikasikan dengan warga, biar nanti tidak ada penghadangan lah," tambahnya Selasa (6/1).

Petugas kepolisian diturunkan ke lokasi kebakaran tersebut, lanjut Slamet Riyanto, selain ikut membantu proses pemadaman yang masih berlangsung juga sekaligus untuk melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut, sehingga belum dapat memberikan keterangan secara rinci tentang kondisi di sana. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya