Kamis 21 April 2022, 11:40 WIB

Petani di Lahan Gambut Banyuasin Mulai Uji Coba Mina Padi

Dwi Apriani | Nusantara
Petani di Lahan Gambut Banyuasin Mulai Uji Coba Mina Padi

MI/Dwi Apriani
Bupati Banyuasin Askolani melihat uji coba mina padi di Desa Baru di Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin.

 

PETANI lahan gambut di Desa Baru di Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, mulai melakukan uji coba budi daya ikan di sawah atau mina padi dan lebah madu untuk meningkatkan pendapatan.

Bupati Kabupaten Banyuasin, Askolani, mengatakan langkah itu untuk memperkenalkan jenis-jenis usaha tani kepada para petani secara langsung.

"Sehingga diharapkan muncul rasa kepemilikan terhadap inisiatif tersebut dan dapat melakukan praktik adopsi terhadap jenis usaha tani di lahan gambut secara lestari," katanya, kemarin.

Adapun kegiatan yang didukung oleh World Agroforestry (ICRAF) Indonesia itu melibatkan 48 petani di Desa Baru. Askolani mengatakan dukungan dari pihak lain sangat diharapkan oleh pemerintah daerah, terlebih dalam upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Diketahui, Kabupaten Banyuasin memiliki lahan gambut seluas 295.800 hektare atau 13 persen dari total lahan gambut di Sumatra Selatan. "Mayoritas lahan gambut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bercocok tanam padi," katanya.

Sementara itu, Direktur ICRAF Indonesia Sonya Dewi mengatakan Desa Baru adalah satu dari 34 desa yang menjadi lokasi penelitian Peat-IMPACTS di Sumsel.

"Kami memadukan sistem agroforestri sebagai upaya untuk memperbaiki tata kelola gambut sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.

Menurut dia, desa memiliki karakter yang berbeda satu dengan lainnya, baik dari sisi ekologis dan mata pencaharian masyarakatnya. "Tidak ada satu solusi yang menjawab beragam karakter itu,"  tambahnya.

Sonya menerangkan plot demonstrasi atau lahan uji coba itu menjadi ruang belajar bersama, untuk petani khususnya dan masyarakat luas serta pemangku kepentingan tentang bagaimana praktik perekonomian bisa diselaraskan dengan kondisi alam supaya berkelanjutan. (OL-13)

Baca Juga: Djokovic Kritik Keputusan Wimbledpon yang Larang Petenis Rusia dan Belarus Tampil

 

 

 

 

 

Baca Juga

MI/MARCEL KELEN

Mayjen Saleh Mustafa jadi Pangdam Pertama Resmikan Pastoran Katolik

👤Marcel Kelen 🕔Selasa 31 Januari 2023, 21:14 WIB
Pembangunan Pastoran ini adalah juga jalan kepada...
MI/SUPARDJI RASBAN

Kepala BKKBN Gelorakan Semangat Gotong Royong Tangani Stunting di Tegal

👤Supardji Rasban 🕔Selasa 31 Januari 2023, 21:11 WIB
Penanganan stunting harus mengerucut ke penderita stunting itu sendiri dengan pola bapak...
Antara

Tiongkok Tawarkan Rp45 T Garap Investasi Pasir Silika di Babel

👤Insi Nantika Jellita 🕔Selasa 31 Januari 2023, 20:43 WIB
Ridwan mengaku tertarik dengan tawaran kerja sama Xinyi Group yang disebut telah berhasil membangun pabrik kuarsa di Malaysia dalam jangka...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya