Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kahutla Landa Delapan Hektare Lahan di Kabupaten Kotim 

Surya Sriyanti
28/1/2026 22:18
Kahutla Landa Delapan Hektare Lahan di Kabupaten Kotim 
Petugas gabungan memadamkan karhutla di Kabupaten Kotim(Dok.BPDB Kabupaten Kotim)

KEBAKARAN hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Kotim, menghanguskan lahan seluas kurang lebih 8 hektare tepatnya di Jalan Sawit Raya di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kalimantan Tengah (Kalteng), Rabu (28/1).

Informasi karhutla di Kabupaten Kotim diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim sekitar pukul 14.45 WIB. Tim gabungan langsung bergerak ke lokasi dan tiba sekitar pukul 15.24 WIB untuk melakukan upaya pemadaman.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam menyebutkan, hingga sore hari api dari karhutla di Kabupaten Kotim itu belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Petugas terpaksa menghentikan operasi sementara karena kondisi gelap di lokasi kejadian.

“Pemadaman dilakukan untuk menahan agar api tidak semakin meluas. Namun hingga pukul 17.10 WIB, titik api belum sepenuhnya padam sehingga tim kembali ke posko,” ujarnya.

Berdasarkan laporan lapangan, karhutla di Kabupaten Kotim terjadi di lahan bergambut dengan ketebalan mencapai 60 hingga 80 sentimeter. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman karena api berpotensi menjalar di bawah permukaan tanah.

“Karakter gambut yang tebal membuat pemadaman tidak bisa dilakukan dengan cepat. Api bisa merambat di bawah tanah sehingga perlu pengawasan lanjutan,” jelasnya.

Penyebab karhutla di Kabupaten Kotim hingga saat ini masih belum diketahui. Meski demikian, BPBD Kotim mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama menjelang musim kemarau.

Dalam penanganan karhutla di Kabupaten Kotim, BPBD Kotim menurunkan personel lengkap beserta peralatan pemadam, dibantu tujuh personel dari Pondok Kerja Manggala Agni Sampit. Sejumlah sarana seperti selang, pompa air, kendaraan roda dua dan roda empat, hingga pesawat nirawak turut dikerahkan.

BPBD Kotim juga mencatat kebutuhan mendesak di lapangan, antara lain bahan bakar minyak (BBM) serta unit serba guna yang mampu menjangkau area lahan gambut.

“Kami tetap siaga dan akan kembali melakukan pemadaman lanjutan. Kami juga meminta pemilik lahan melakukan pemadaman dini apabila menemukan titik api agar tidak terjadi perluasan,” tegasnya.

Hingga laporan ini disusun, lokasi karhutla di Kabupaten Kotim masih dalam pemantauan dan berpotensi dilakukan operasi lanjutan jika kondisi memungkinkan. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya