Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA kebutuhan pokok (bapok) di pantura Jateng memasuki hari ke 18 puasa Ramadan 1443 H kembali naik, hanya beras dan gula pasir yang bertahan sementara minyak goreng curah harga tetap diatas HET dan sama dengan migor kemasan di pasaran.
Pemantauan Media Indonesia Rabu (20/4) jelang lebaran harga kebutuhan pokok di berbagai pasar tradisional di pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Kendal, Semarang, Grobogan dan Salatiga kembali merangkak baik, harga beras bertahan Rp10.650 per kilogram untuk kelas bawah serta gula pasir Rp15.000 per kilogram.
Harga ayam potong naik dari Rp34.000 menjadi Rp35.250 per kilogram, daging sapi dari Rp137.000 menjadi Rp138.750 per kilogram, bawang merah dari Rp32.000 menjadi Rp33.500 per kilogram, telur ayam ras dari Rp22.000 naik menjadi Rp25.000 per kilogram.
Cabe merah keriting yang sebelumnya Rp26.000 per kilogram kini naik menjadi Rp29.000 per kilogram demikian juga cabe jenis lain seperti teropong, rawit dan hijau rata-rata naik Rp3.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng curah dengan HET Rp14.000 per kilogram, namun di pasaran harga sama dengan minyak goreng kemasan Rp20.000-Rp25.000 per liter.
"Mulai hari ini semua kebutuhan pokok naik, meskipun tidak sampai melonjak namun cukup mengkhawatirkan akan terjadi harga tinggi mendekati lebaran nanti," ujar Dewi Yohana, 46, seorang pelaku UKM di Semarang.
Hal itu juga dibenarkan Srikanti,40, pedagang sembako di Pasar Wiradesa, Pekalongan bahwa seluruh harga sembako hingga bumbu dapur mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya, hanya berasal dan gula pasir bertahan dari sebelumnya serta minyak goreng curah yang harga tidak menentu.
Harga kebutuhan pokok sebenarnya sudah mulai naik memasuki awal Ramadan, ujar Karniati,35, pedagang di Pasar Raya, Kota Salatiga, namun saat ini harga kembali naik bahkan mendekati lebaran diperkirakan akan naik lagi karena ada peningkatan kebutuhan. "Kalau stok barang cukup banyak," imbuhnya.
Menghadapi kenaikan harga tersebut, Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin akan menggelat operasi pasar untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan barang di daerahnya. "Bersama Bulog dan swasta kita segera lakukan operasi pasar sembako menghadapi lonjakan harga," ungkapnya.
Sementara itu Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang Abdul Haris Nur Hidayat menjamin ketersediaan stok bahan pangan jelang lebaran ini, sehingga dengan ketersediaan mencukupi diharapkan tidak sampai mengakibatkan terjadinya lonjakan harga.
"Ketersediaan minyak goreng di Kota Semarang mencapai satu juta liter saat ini, sedangkan kebutuhan 300-400 ribu liter per pekan, jadi secara perhitungan cukup hingga tiga pekan kedepan," kata Abdul Haris. (OL-13)
Baca Juga: Relokasi PKL Malioboro, Komisi X DPR Apresiasi Pemkot Yogyakarta
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Hingga Oktober 2025, kerusakan kawasan konservasi akibat tambang ilegal telah mencapai 409 hektare.
Tol Kanci-Pejagan, tercatat sebanyak 3.465 kendaraan melintas keluar tol sejak pukul 00.00 hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi.
Prestasi gemilang tersebut dinilai menjadi bagian krusial dari keberhasilan kontingen Indonesia dalam mempertahankan posisi teratas pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter masih berpotensi di sejumlah kawasan perairan utara Jawa Tengah yakni Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak dan Pati-Rembang.
Sabtu (27/12) ribuan perahu dan kapal nelayan, sejak dini hari tidak bergerak dan ditambatkan di sejumlah pelabuhan perikanan di daerah di Pantura Jawa Tengah.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi di 25 daerah.
Perjalanan sejak pagi relatif lancar, namun kendala muncul saat memasuki wilayah Pekalongan akibat hujan lebat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved