Kamis 14 April 2022, 14:22 WIB

Polda Jabar Ungkap Penimbunan Solar Bersubsidi di Dua Wilayah

Naviandri | Nusantara
Polda Jabar Ungkap Penimbunan Solar Bersubsidi di Dua Wilayah

Antara/Raisan Al Farisi.
Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti dari kasus dugaan penimbunan solar bersubsidi di Polda Jawa Barat, Bandung, Rabu (13/4).

 

DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus (Disretkrimsus) Polda Jawa Barat (Jabar) mengungkap dua kasus penimbuban bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar sebanyak 25.000 liter. Diduga, kasus penimbunan solar dilakukan di Tasikmalaya dan Indramayu yang hendak dijual ke industri dengan harga nonsubsidi.

Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar Kombes Arief Rachman di Bandung, Rabu (13/4), mengatakan kasus pertama itu terjadi di Tasikmalaya pada Jumat (8/4) dengan lima tersangka ditangkap berinisial TS, DS, KS, ZX, dan SN. Kasus kedua terjadi di Indramayu pada Selasa (12/4) dengan dua tersangka berinisial SD dan WW. 

"Jadi modus yang dilakukan para tersangka di kedua TKP itu dengan cara membeli solar di SPBU menggunakan dua truk tangki yang sudah dimodifikasi. Tersangka memindahkan solar ke penampungan yang telah disiapkan," ujarnya.

Mereka menjual solar subsidi itu dengan harga Rp9.000 per liter yang diketahui harga normal dari SPBU Rp5.150 per liter. Dengan begitu, mereka mengambil keuntungan sebesar Rp3.850 per liter. 

"Para tersangka telah beraksi selama empat bulan. Dari empat bulan tersebut, polisi berhasil menyita 25.000 liter setara dengan 2,2 ton dari kedua TKP. Total keuntungan dari barang bukti yang diamankan sebesar Rp465 juta," ucapnya. Aksi penimbunan itu terjadi, menurut Arief, karena langkanya solar di beberapa wilayah sehingga para tersangka memanfaatkan hal tersebut untuk meraih keuntungan yang berlimpat ganda.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Ibrahim Tompo, mengatakan kasus ini berawal dari pengembangan penyelidikan tim gabungan dari Satgas Gabungan BPH Migas, Satgas BBM, Ditkrimsus Polda Jawa Barat, dan stakeholders terkait. "Ketujuh tersangka diancam dengan Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak Bumi dan Gas sebagaimana diubah UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Pasal 55 KUHP. Mereka terancam pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar," ujarnya. (OL-14)

Baca Juga

MGN/Muchlis Bachtiar

Ladang Ganja Seluas 10 Hektare Ditemukan di Perbatasan Cianjur-Sukabumi

👤Muchlis Bachtiar (MGN), Muhardi (SB) 🕔Selasa 28 Juni 2022, 17:25 WIB
SATUAN Reserse Narkoba Polres Cianjur mengungkap keberadaan ladang ganja seluas 10 hektare di Gunung Karuhun, Desa Cimenteng,...
ANTARA

Satpol PP Cianjur Akan Tertibkan Pedagang Hewan Kurban Musiman

👤Benny Bastiandy/Budi Kansil 🕔Selasa 28 Juni 2022, 17:16 WIB
SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ikut terlibat dalam penanganan penyakit mulut dan kuku...
MI/Widjajadi

Ganjar Apresiasi Baznas Jateng Anggarkan 15 % Untuk Penanggulangan Bencana

👤Widjajadi 🕔Selasa 28 Juni 2022, 17:16 WIB
GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus meningkatkan kekuatan penanggulangan bencana di Jateng. Kali ini, penambahan kekuatan datang dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya