Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA minyak goreng di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami kenaikan dan dijual di atas harga eceran tertinggi (HET). Alasan pedagang menjual harga lebih, karena stok kurang.
Pemprov Sulsel pun melakukan langkah antisipasi secepatnya. Dan Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan, Ichsan Mustari Sulsel, Ichsan Mustari menerima laporan ada produsen minyak goreng yang berupaya menimbun.
"Kami pun meminta Dinas Perdagangan, segera melaporkan temuan itu ke Satuan Tugas (Satgas) Pangan, agar persedian minyak goreng terjaga sebagai upaya pengendalian inflasi," tegas Ichsan.
Hanya saja dia mengaku tidak tau siapa produsen yang dimaksud. "Yang penting ini sudah ditangani Satgas Pangan agar tidak terjadi kelangkaan. Apalagi ini jelang Ramadan, pasti kebutuhan meningkat," akunya.
Di Sulsel, diketahui, ada tiga produsen minyak goreng, yaitu PT Smart Sinar Mas, PT Tanjung Sarana Lestari dan PT Mas Argo.
Baca juga: KAI Siap Operasikan Kereta Api Makassar-Parepare
Kepala Kanwil Wilayah VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Hilman Pudjiana menambahkan, pihaknya telah mengecek stok minyak goreng kemasan maupun minyak goreng curah baik di pasar, pengecer hingga stasiun booking minyak.
Dia menyebut dari tiga produsen yang dimaksud, ada dua produsen yang memang masih mengalami kekosongan. Sementara satu produsen lainnya mengaku bahwa stok minyaknya diperuntukkan untuk industri. "Stok yang masih ada kami temukan itu PT Smart Sinar Mas," sebut Hilman.
Dia menyebut, pihaknya telah menempuh upaya persuasif kepada produsen tersebut agar mengeluarkan stoknya untuk masyarakat, untuk mencegah terjadinya kelangkaan stok minyak goreng lagi, utamanya menjelang Ramadan.
"Kami bersama dengan Dinas Perdagangan, kami sudah melakukan upaya persuasif ke produsen tersebut karena kondisi di pasar tidak ada pasokan minyak curah," sebut Hilman.
Dari pantauan di pasar tradisional, harga minyak goreng curah di kisaran Rp16 ribu hingga Rp25 ribu per liter. Bahkan harga Minyakita yang diluncurkan Kementerian Perdagangan yang mencantumkan HET di kemasannya Rp14 ribu, dijual antara Rp15 ribu sampai Rp20 ribu. (OL-4)
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Holding Perkebunan PTPN III melalui subholding PTPN IV PalmCo memastikan kesiapan pasokan minyak goreng nasional guna menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan jelang Lebaran.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan harga Minyakita kembali sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
Anggota Komisi VI DPR RI Luluk Nur Hamidah menduga kenaikan harga beras yang tidak terkendali ini merupakan ulah dari permainan pedagang atau kartel
DINAS Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal mencabut izin distributor nakal, yang kedapatan menimbun kebutuhan pokok jelang dan selama Ramadan
PENIMBUNAN minyak goreng bersubsidi, Minyakita diduga dilakukan para pemodal besar.
AKSI penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih terjadi, sebuah gudang sebagai tempat penimbunan di pangkalan truk Genuk Sari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, digerebek polisi
PETUGAS kepolisian dari Polres Indramayu menggrebeg lokasi penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi. Lokasinya berada di Blok Bukasem, Desa/Kecamatan Lohbener,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved