Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal mencabut izin distributor nakal, yang kedapatan menimbun kebutuhan pokok jelang dan selama Ramadan 1444 Hijriah.
Penegasan itu disampaikan Kepala Disperindag Sultra Sitti Saleha untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok guna mengantisipasi kenaikan harga.
Saleha mengultimatum secara tegas kepada para distributor untuk tidak menimbun bahan-bahan kebutuhan pokok. "Kami meminta kepada seluruh masyarakat untuk melaporkan ke Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) maupun Satgas Pangan Sultra, ketika mengetahui ada penimbunan dari distributor," terangnya.
Jika laporan tersebut terbukti benar, jelas dia, pihaknya memastikan distributor tersebut akan dikenakan sanksi. Bahkan sampai ke pencabutan izin.
"Alhamdulillah sejauh ini belum ada yang ditemukan, teman-teman distributor bahkan ikut berpartisipasi di pasar murah tanggal 13 kemarin," tandas Saleha. (N-3)
Baca Juga: Kiai Muda Dukung Ganjar Gelar Festival Kuliner Nusantara di Tuban
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar Pasar Ramadan pada 5-8 Maret.
Harga komoditas cabai keriting mengalami penurunan dengan harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.
Gerakan Pangan Murah berlangsung pada 4–11 Maret 2026 di delapan titik kabupaten dan kota di Sulteng.
Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dijual Rp58.500 per kemasan lima kg atau sekitar Rp11.700 per kg, dengan kisaran harga Rp11.700–Rp12.300 per kg di lapangan.
Stok bahan pokok aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 meski konflik Amerika Serikat–Israel dan Iran memanas. Cadangan beras hingga 136 ribu ton siap menjaga stabilitas harga.
Anggota Komisi VI DPR RI Luluk Nur Hamidah menduga kenaikan harga beras yang tidak terkendali ini merupakan ulah dari permainan pedagang atau kartel
PENIMBUNAN minyak goreng bersubsidi, Minyakita diduga dilakukan para pemodal besar.
Minyak goreng di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami kenaikan dan dijual di atas harga eceran tertinggi (HET). Alasan pedagang menjual harga lebih, karena stok kurang.
AKSI penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih terjadi, sebuah gudang sebagai tempat penimbunan di pangkalan truk Genuk Sari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, digerebek polisi
PETUGAS kepolisian dari Polres Indramayu menggrebeg lokasi penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi. Lokasinya berada di Blok Bukasem, Desa/Kecamatan Lohbener,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved