Rabu 13 April 2022, 08:40 WIB

BPJS Kesehatan Gulirkan Rehab bagi yang Nunggak Iuran

Adi Kristiadi | Nusantara
BPJS Kesehatan Gulirkan Rehab bagi yang Nunggak Iuran

MI/Adi Kristiadi
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya, Agus Ramlan Hidayat

 

BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus berinovasi untuk memberikan kemudahan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Salah satunya dengan meluncurkan progam Rencana Pembayaran Bertahap (Rehab).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya, Agus Ramlan Hidayat mengatakan, program Rehab bertujuan untuk memberikan keringanan finansial bagi para peserta JKN-KIS yang memiliki tunggakan iuran sehingga peserta dapat melakukan pembayaran iuran secara bertahap.

"Kami meluncurkan program diperuntukkan bagi pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) yang pembayaran iurannya tertunggak. Karena, program ini khusus untuk peserta PBPU dan BP yang mana memiliki tunggakan," kata Agus, Selasa (12/4).

Ia mengatakan, syarat dan ketentuan pendaftaran Rehab di antaranya peserta termasuk dalam segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) yang memiliki tunggakan lebih dari 3 bulan atau 4-24 bulan. Namun, dari mereka tetap harus melakukan pendafataran melalui aplikasi mobile BPJS Kesehatan Care Center 165.

"Peserta mendaftar melalui Aplikasi Mobile BPJS Kesehatan maksimal periode tahapan pembayaran selama 1 siklus program adalah 12 bulan status kepesertaan akan kembali aktif setelah seluruh tunggakan maupun iuran bulan berjalan lunas dibayarkan," ujarnya.

Menurutnya, peserta yang berhasil terdaftar pada program Rehab dapat melihat kembali informasi detail tagihan dan dapat memilih hitung potensi tagihan berjalan. Karena, kalau angsuran di atas 24 bulan secara sistem akan berhenti sesuai dengen prepres no 82 tahun 2018, tunggakan paling banyak maksimal 24 bulan dan selama proses pembayaran iuran tunggakan kepesertaan balum aktif.

"Kami berharap agar program Rehab ini bisa dimanfaatkan oleh peserta JKN-KIS supaya mereka bisa mendapatkan pelayanan jaminan kesehatan. Akan tetapi, peserta juga harus melakukan pelunasan secara langsung kalau kepesertaannya ingin segera aktif," paparnya. (OL-13)

Baca Juga: Mudik Lebaran, Dishub NTT Ingatkan Operator Tidak Naikkan Harga Tiket

Baca Juga

ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Pendataan Kendaraan Penerima BBM Bersubsidi Dimulai di Yogyakarta, 1 Juli

👤Haryanto 🕔Selasa 28 Juni 2022, 15:15 WIB
Pendataan tersebut mulai dijalankan per 1 Juli 2022 di 11 kota/kabupaten terpilih, salah satunya di Kota...
MI/Dwi Apriani

Terima 12.200 Dosis, Sumsel Mulai Gencarkan Vaksinasi PMK

👤Dwi Apriani 🕔Selasa 28 Juni 2022, 15:09 WIB
PEMPROV Sumatra Selatan telah menerima distribusi sebanyak 12.200 dosis vaksin untuk mencegah wabah penyakit mulut dan kuku pada sapi...
dok.ist

Sultan Pontianak dan Ulama Kalbar Dukung Sandiaga Uno Presiden 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 15:05 WIB
DUKUNGAN untuk Menparekraf, Sandiaga Uno jadi presiden 2024 terus mengalir. Kali ini, dukungan hadir dari kalangan sultan kerajaan,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya