Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Ketepatan Bayar Iuran dan Pola Hidup Sehat Diharapkan Bisa Cegah Defisit JKN

M Iqbal Al Machmudi
27/2/2026 12:36
Ketepatan Bayar Iuran dan Pola Hidup Sehat Diharapkan Bisa Cegah Defisit JKN
Ilustrasi.(Antara Foto)

SOSIOLOG dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Tantan Hermansah menjelaskan perlunya edukasi agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Bagi peserta BPJS Kesehatan, diharapkan strategis tidak telat membayar iuran. Dua hal itu menurutnya dapat mencegah desifit program Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN.

'Yang harus dilakukan oleh pemerintah terhadap BPJS dibangun hanya sistemnya. Bagaimana orang harus membayar iuran. Tetapi tidak pernah diedukasi agar masyarakat membayar BPJS dengan baik dan benar," kata Tantan saat dihubungi, Jumat (27/2).

"Saya yakin defisit ini bukan karena persoalan cashflow, tapi persoalan banyak rakyat yang tidak memahami secara sadar bahwa BPJS itu begitu strategis bagi kesehatan dia atau keluarga dia," sambungnya.

Selain itu,  ia mengatakan ketepatan membayar iuran perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat menjalankan hidup yang lebih sehat. Menurut Tantan pemerintah kurang agresif dalam hal mengedukasi tata cara dan pola-pola konsumsi rakyat. 

"Coba kita lihat sekarang anak-anak konsumsi gulanya sudah luar biasa banyak dan pemerintah sepertinya tidak pernah ada edukasi untuk itu atau penyakit-penyakit lain yang diakibatkan oleh daya hidup dan pola makan. Kalau dari hulunya diedukasi, maka BPJS dikirakan defisit," ungkapnya.

Maka, lanjut Tantan, masyarakat akan sadar untuk patuh membayar iuran BPJS Kesehatan karena program itu bermanfaat. 

Di sisi lain, dengan menerapkan pola hidup sehat, masyarakat tak akan masuk ke kategori  rentan jatuh sakit. Apalagi penyakit kronis yang menyedot banyak biaya.

"Sayangnya selama ini edukasinya hanya kalau sakit juga nanti dapat BPJS. Bukan begitu paradigma berpikirnya, seharusnya BPJS tetap bayar. Tetapi pola hidup sehat juga disosialisasikan secara masif dan agresif," pungkasnya. 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya