Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SOSIOLOG dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Tantan Hermansah menjelaskan perlunya edukasi agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Bagi peserta BPJS Kesehatan, diharapkan strategis tidak telat membayar iuran. Dua hal itu menurutnya dapat mencegah desifit program Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN.
'Yang harus dilakukan oleh pemerintah terhadap BPJS dibangun hanya sistemnya. Bagaimana orang harus membayar iuran. Tetapi tidak pernah diedukasi agar masyarakat membayar BPJS dengan baik dan benar," kata Tantan saat dihubungi, Jumat (27/2).
"Saya yakin defisit ini bukan karena persoalan cashflow, tapi persoalan banyak rakyat yang tidak memahami secara sadar bahwa BPJS itu begitu strategis bagi kesehatan dia atau keluarga dia," sambungnya.
Selain itu, ia mengatakan ketepatan membayar iuran perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat menjalankan hidup yang lebih sehat. Menurut Tantan pemerintah kurang agresif dalam hal mengedukasi tata cara dan pola-pola konsumsi rakyat.
"Coba kita lihat sekarang anak-anak konsumsi gulanya sudah luar biasa banyak dan pemerintah sepertinya tidak pernah ada edukasi untuk itu atau penyakit-penyakit lain yang diakibatkan oleh daya hidup dan pola makan. Kalau dari hulunya diedukasi, maka BPJS dikirakan defisit," ungkapnya.
Maka, lanjut Tantan, masyarakat akan sadar untuk patuh membayar iuran BPJS Kesehatan karena program itu bermanfaat.
Di sisi lain, dengan menerapkan pola hidup sehat, masyarakat tak akan masuk ke kategori rentan jatuh sakit. Apalagi penyakit kronis yang menyedot banyak biaya.
"Sayangnya selama ini edukasinya hanya kalau sakit juga nanti dapat BPJS. Bukan begitu paradigma berpikirnya, seharusnya BPJS tetap bayar. Tetapi pola hidup sehat juga disosialisasikan secara masif dan agresif," pungkasnya.
Menjelang eberangkatan ibadah haji yang dijadwalkan pada April mendatang, para jemaah yang telah melunasi biaya haji dan dinyatakan sehat diimbau untuk mulai menerapkan pola hidup sehat
Ilmuwan mengungkap rumus usia panjang bukan dari cara instan, melainkan kebiasaan konsisten seperti aktivitas fisik, pola makan sehat, dan menjaga kesehatan usus.
Bone Scan terhadap lebih dari 500.000 orang di 16 kota, hasilnya menunjukkan tren yang mengkhawatirkan bahwa lebih dari 50% di antaranya berisiko mengalami osteoporosis.
MEMASUKI musim hujan, kondisi udara yang lebih dingin dan tingkat kelembapan yang meningkat membawa risiko baru bagi kesehatan masyarakat.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 8,5%.`
ANGGOTA Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menegaskan bahwa keberlanjutan BPJS Kesehatan penting. Namun kenaikan iuran BPJS Kesehatan tak menjawab persoalan defisit.
revisi APBN 2026 untuk mendorong belanja yang lebih agresif tahun depan
PRESIDEN Prabowo Subianto menyampaikan janjinya untuk membawa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia menuju kondisi tanpa defisit pada 2007
PENELITI dari Center of Reform on Economics (CoRE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyebut defisit pada awal tahun ini sebagai sinyal kemunduran kinerja fiskal yang perlu diwaspadai.
Sisdiono menyebut angka defisit sebesar itu muncul setelah diadakan rapat perhitungan anggaran antara DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dipimpin Sekretaris Daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved