Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah meningkatnya jumlah penderita diabetes di dunia, Dosen Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sudrajah Warajati Kisnawaty, mengajak masyarakat lebih waspada terhadap pola hidup sehari-hari.
Sudrajah menjelaskan bahwa berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) 2024, terdapat sekitar 540 juta jiwa di dunia menyandang diabetes melitus. Sebagian besar dari jumlah tersebut, yaitu 90–95 persen merupakan diabetes melitus tipe 2. Ia juga menuturkan bahwa diabetes terdiri dari beberapa kategori, yakni tipe 1, tipe 2, dan gestasional.
Melihat kondisi dalam negeri, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 8,5 %. “Kalau dilihat angkanya mungkin nampaknya sedikit, ya, tapi ini suatu penyakit yang kalaupun ada tetap menjadi masalah,” ungkapnya dilansir dari laman resmi UMS, Minggu (16/11).
Angka ini pun naik signifikan dibandingkan Riskesdas 2013 yang mencatat prevalensi 6,9%. Menurut Sudrajah, peningkatan tersebut tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup masyarakat yang cenderung tidak sehat. Pola makan tidak sehat dengan tinggi energi, tinggi lemak, dan berpemanis menjadi penyebab terbesar diabetes melitus tipe 2.
“Makanan-makanan tersebut berkalori tinggi dan bisa meningkatkan berat badan, bahkan status gizinya bisa meningkat hingga obesitas jika tidak terkendali,” ujarnya.
Obesitas dan tingginya konsumsi makanan berkalori, berpemanis, serta berlemak dapat menurunkan sekresi hormon insulin, hormon yang berfungsi mengatur kadar glukosa darah. Ketika organ pankreas tidak dapat optimal mensekresikan hormon insulin, kadar glukosa darah meningkat dan memicu hiperglikemia.
“Jika hormon insulin tidak terproduksi secara optimal, maka glukosa dalam darah bisa meningkat. Jika kadar glukosa darah melebihi angka normal, maka sudah masuk kategori diabetes,” jelasnya.
Kebiasaan makan rendah serat, seperti jarang mengonsumsi sayur dan buah, serta gaya hidup sedentari, mulai dari aktivitas rendah hingga terlalu banyak waktu di depan layar, turut memperbesar risiko. Kebiasaan begadang dan stres, terutama pada mahasiswa, juga berkontribusi meningkatkan kadar hormon kortisol yang bersifat antagonis terhadap insulin.
NGOPI BERMANFAAT
Tak berhenti di situ, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol disebut menjadi penyebab utama lain yang berpengaruh terhadap produksi insulin. Salah satu pertanyaan yang sering muncul terkait kebiasaan mahasiswa adalah soal tren “ngopi.”
Ngopi kopi hitam tanpa tambahan, kata Sudrajah, justru bermanfaat karena mengandung antioksidan polifenol. Namun, kopi dapat menjadi sumber gula dan karbohidrat tinggi ketika dicampur krim, gula, sirup, atau topping manis lain. Konsumsi kopi pahit satu hingga dua cangkir per hari dinilai masih aman dan menyehatkan.
Untuk mencegah meningkatnya kasus diabetes melitus tipe 2, Sudrajah memaparkan langkah-langkah preventif berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang (PGS) Kemenkes 2014. Di antaranya membatasi konsumsi gula maksimal 4 sendok makan per hari, membatasi konsumsi lemak/minyak hingga 5 sendok makan per hari, rutin makan minimal 3 porsi sayur dan 2 porsi buah, berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari, serta memantau berat badan sebulan sekali.
Sudrajah mengakui peran pemerintah dalam menekan angka penderita diabetes telah dilakukan secara baik melalui sarana Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer). Di Posyandu ILP, semua kelompok usia dari balita, ibu hamil, remaja, dewasa, hingga lansia bisa memantau kesehatan, menimbang berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas secara gratis. Namun ia menilai, promosi kesehatan mengenai Posyandu ILP perlu ditingkatkan.
“Karena tidak semua masyarakat mengetahui manfaat Posyandu ILP. Padahal, layanan ini sangat luar biasa karena masyarakat di berbagai daerah bisa dilayani secara gratis dan memantau kesehatannya,” ujar Sudrajah.
Sudrajah menegaskan bahwa pemantauan kesehatan secara rutin memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Dengan demikian, ketika ditemukan penyakit tidak menular, rujukan dan penanganan dapat segera dilakukan. (H-1)
Kelebihan berat badan, terutama penumpukan lemak di sekitar perut, melemahkan kemampuan kerja insulin atau menurunkan sensitivitas insulin.
Terdapat faktor lainnya, yaitu lingkungan obesogenik, yaitu lingkungan yang cenderung membuat orang menjadi obesitas.
Mengonsumsi 2 apel setiap hari dapat membantu menghilangkan kolesterol dari tubuh, mengatur kadar gula, mengurangi diabetes, hingga menurunkan risiko penyakit kronis seperti kanker.
Selain senam, ada pula sesi penyerahan bantuan dari Holywings Peduli kepada warga kelurahan Cikini senilai Rp30 juta.
Saat kehilangan rasa pada kaki, seseorang mungkin tidak merasakan kerikil di dalam kaus kaki atau lepuh pada kaki. Itu dapat menyebabkan luka dan bisul yang dapat terinfeksi.
IRCOMM Group menghadirkan program khusus bagi peneliti dan akademisi. Sebanyak 12 penulis terpilih yang berhasil submit dan lolos tahap editorial review akan mendapatkan sejumlah manfaat.
Komdigi mencatat telah memblokir lebih dari 2,4 juta situs dan konten terkait judi online sepanjang periode 20 Oktober 2024 hingga 2 November 2025.
Dengan kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga legislatif, diharapkan peraturan perundang-undangan nasional dapat disusun lebih komprehensif dan humanis.
Pigai menilai, sinergi antara pemerintah dan kampus menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman HAM secara akademik dan praktis.
DUTA Besar Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, melakukan pertemuan dengan sejumlah akademisi yang menetap di Montreal pada 3 September 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved