Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI banjir yang terjadi di Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) berangsur-angsur surut, namun ancaman meluasnya banjir masih ada. Sebab, berdasarkan perkiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG, masih ada potensi hujan deras yang terjadi.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Widjonardi mengatakan bahwa sejumlah titik banjir memang ada yang surut. Namun demikian, sebagian masih banjir. "Banjir yang masih cukup tinggi berada di Kecamatan Kroya dan Nusawungu. Kami minta kepada masyarakat untuk terus siaga, apalagi masih ada potensi hujan turun," jelas Widjonardi, Senin (21/3).
Di Banyumas, Plt Kepala Pelaksana Harian BPBD Banyumas Titik Puji Astuti mengatakan ada beberapa titik di Banyumas yang masih banjir. Salah satunya adalah di Kecamatan Tambak. "Kepada warga untuk tetap
waspada, terutama jika hujan kembali turun," katanya.
Sementara pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan mengungkapkan berdasarkan prakiraan yang dikeluarkan BMKG, maka masih ada potensi hujan deras. "Potensi hujan deras masih ada, sehingga bencana hidrometeorologi harus terus diwaspadai," katanya.
Menurutnya, di Cilacap dan Banyumas masing-masing ada dua kecamatan yang harus waspada. Kemudian di Wonosobo satu kecamatan dan di Kebumen ada 10 kecamatan. (OL-15)
Hingga saat ini lebih dari 50 persen dari 2.440 kilometer jalan Provinsi di Jawa Tengah belum memiliki lampu penerangan jalan.
Polda Jateng petakan titik lelah di Tol Pejagan-Semarang dan Semarang-Solo pada Mudik 2026. Simak jadwal puncak arus mudik, balik, dan skema one way di sini.
Arus mudik lebaran melalui jalur laut turun di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang diperkirakan mulai berlangsung Kamus (12/3), sehingga mulai dibuka posko lebaran.
MENTERI Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Tetap waspadai cuaca ekstrem tersebut, karena dapat berdampak bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Terkait tanggul yang jebol, pemerintah daerah akan melibatkan sektor swasta untuk percepatan perbaikan.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
BPBD Kota Tangerang menyatakan sebanyak sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm akibat tingginya intensitas hujan.
Hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada Sabtu (7/3/2026) malam hingga pagi, menyebabkan banjir di sejumlah titik jalan dan pemukiman penduduk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved