Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem kembali menghampiri Jawa Tengah yakni angin puting beliung yang menerjang Kabupaten Pati tepatnya di Desa Dukuh Mulyo, Kecamatan Jakenan, hingga mengakibatkan belasan rumah toko dan rumah warga porak-poranda dan bahkan diantaranya roboh. Puluhan warga bersama petugas dari kepolisian, TNI, relawan dan BPBD Pati masih lakukan pembersihan dan pembenahan di lokasi bencana.
Sebagian bangunan roboh karena tidak kuat menahan hantaman angin ribut hingga warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau tetangga yang masih selamat.
"Tiba-tiba angin besar datang menerjang rumah kami, saat hujan lebat mengguyur wilayah ini," ujar warga Dukuh Sleko, Siti, 47.
Angin puting beliung menerjang desa ini berlangsung sekitar 10 menit, lanjutnya, namun akibatnya belasan ruko dan rumah warga porak-poranda, sebagian besar atap terbang dan lainnya roboh, sehingga belasan warga langsung berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Relawan Kembang Joyo Pati Rian Wahyu mengatakan berdasarkan data sementara, akibat hantaman angin puting beliung tersebut setidaknya 17 bangunan mengalami kerusakan cukup parah yakni 12 ruko dan lima rumah warga.
"Selain kerugian kerusakan bangunan, warga juga alami kerugian dagangan di dalam ruko rusak," imbuhnya.
Baca juga: Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Di Bangka Tengah
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Martinus Budi Prasetya mengungkapkan bencana angin puting beliung sebelumnya juga menerjang daerah ini pada Februari lalu, ratusan rumah warga di tiga desa yakni Tayu Kulon, Tayu Wetan dan Keboromo, Kecamatan Tayu alami kerusakan.
Pada cuaca ekstrem seperti saat ini, tutur Martinus Budi Prasetya, ancaman bencana di Kabupaten Pati cukup tinggi, tidak hanya angin ribut, bencana banjir juga masih menjadi ancaman serius sehingga perlu diwaspadai.
"Kita terus lakukan pemantauan di daerah rawan bencana untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa," pungkasnya.(OL-5)
MENTERI Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Tetap waspadai cuaca ekstrem tersebut, karena dapat berdampak bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Terkait tanggul yang jebol, pemerintah daerah akan melibatkan sektor swasta untuk percepatan perbaikan.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meresmikan Embung Karangjati di Blora. Embung senilai Rp8,5 miliar ini diproyeksikan mengairi 40 hektare lahan dan tingkatkan panen petani.
Pengaruh bibit siklon tropis, sistem tekanan rendah, serta sirkulasi siklonik memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di berbagai kawasan.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Farita Rachmawati, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten
Riyoso dianggap sebagai sosok kunci karena memegang jabatan strategis dan memiliki peran sentral dalam pemerintahan Sudewo sejak 2025.
KPK kembali menggeledah lokasi di Kabupaten Pati dan mengangkut tujuh koper dari sebuah koperasi yang diduga terkait kasus Bupati Pati nonaktif Sudewo.
Kasus ini bermula ketika KPK melakukan OTT ketiga di tahun 2026 di Kabupaten Pati pada 19 Januari lalu yang menangkap Sudewo.
Aparatur desa yang mendapatkan jabatan melalui skema pemerasan cenderung akan terjebak dalam pola pikir balik modal.
Praktik lancung Bupati Pati Sudewo bermula saat Pemerintah Kabupaten Pati mengumumkan rencana perekrutan perangkat desa untuk Maret 2026.
KPK menggelar OTT di Pati dan menangkap sejumlah pejabat daerah. Identitas dan perkara masih didalami, status hukum diumumkan dalam 1x24 jam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved