Kamis 10 Maret 2022, 15:50 WIB

Ditahan, Polisi yang Tembak Warga Parigi Moutong

M Taufan SP Bustan | Nusantara
Ditahan, Polisi yang Tembak Warga Parigi Moutong

Medocm.id.
Ilustrasi.

 

PERSONEL Polres Parigi Moutong Bripka H akhirnya ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka penembakan warga di kabupaten itu. Sebelumnya, Bripka H diperiksa oleh penyidik Ditreskrimum Polda Sulteng karena terbukti menembak warga bernama Erfaldi alias Aldi, 21, hingga tewas saat mengikuti demo penolakan tambang emas di Desa Sinei, Kecamatan Tinombo Selatan, Parigi Moutong, 12 Februari 2022.  

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto mengatakan penahanan Bripka H dilakukan selama 20 hari ke depan.  
"Ditahan di Polda Sulteng untuk mempermudah penyidik melakukan pemeriksaan," terangnya, Kamis (10/3).  

Menurut Didik, Bripka H sempat mangkir karena sakit saat dipanggil untuk diperiksa penyidik. "Namun setelah dipastikan sehat, Bripka H langsung diperiksa dan ditahan di Polda Sulteng," jelasnya.   

Didik menambahkan, hari ini tim penyidik dipimpin Kasubdit I Ditreskrimum Polda Sulteng Komisaris Ngadimin ke Polres Parigi Moutong untuk melakukan pemeriksaan kembali saksi. "Ada dua anggota Polres Parigi Moutong yang kembali diperiksa," tandasnya. Atas perbuatannya, Bripka H dikenakan Pasal 359 KUHP karena lalainya mengakibatkan orang meninggal dunia dengan ancaman pidana penjara lima tahun.  

Terpisah, Anggota Komisi III DPR Sarifuddin Sudding mengatakan bahwa dalam proses hukum polisi juga perlu memeriksa pemimpin di lapangan pada saat itu. Hal tersebut berkaitan dengan pelanggaran SOP dan penyalahgunaan kewenangan.
Menurutnya, polisi perlu mengungkap alasan Bripka H melepaskan tembakan hingga menyebabkan Erfaldi meninggal dunia.  
"Tersangka ada juga pimpinan di lapangan dan harus diminta pertanggungjawaban sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan," papar Sudding. Ia berharap, agar kasus penembakan di Parigi Moutong selesai dan masyarakat diminta tetap percaya kepada pihak kepolisian yang melakukan proses hukum tersebut. 

Baca juga: Kapolda Sulteng Ungkap Oknum Polisi Penembak Warga Parimo

Erfaldi meninggal dunia pascapembubaran aksi demo pemblokadean jalan oleh massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tani (Arti) oleh personel Polres Parigi Moutong pada 12 Februari 2022 di Jalan Trans Sulawesi, Desa  Sinei, Kecamatan Tinombo Selatan. Saat itu, korban meninggal di tempat dengan luka tembak di bagian belakang tembus ke dada. (OL-14)

Baca Juga

DOK.MI

Belasan Anak Korban Pelecehan di Jambi Jalani Pemeriksaan Psikologis

👤Indrastuti 🕔Senin 06 Februari 2023, 18:23 WIB
Terkait pelaku yang adalah perempuan, Nahar mengatakan orangtua mesti waspada dengan segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan...
MI/Rahmat Rullah

Prihatin, Volume Sampah di Teluk Kendari Tembus 2 Ton Perhari

👤Rahmat Rullah 🕔Senin 06 Februari 2023, 18:15 WIB
MASYARAKAT Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) belum memiliki kesadaran yang tinggi soal sampah. Pasalnya, volume sampah di...
DOK.MI

Diduga Idap Pedofilia, Ibu Muda di Jambi Lecehkan Belasan Anak

👤Solmi Ruhan 🕔Senin 06 Februari 2023, 17:39 WIB
Penyimpangan yang dimaksudkan yakni berkaitan dengan perilaku dan hasrat seksual NT yang dinilai tidak lazim. Kelainan tersebut juga diakui...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya