Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MAHALNYA harga daging sapi yang mencapai Rp140 ribu per kilogram membuat mayoritas pedagang di Pasar Tradisional Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, berhenti berjualan sementara. Hanya ada tiga pedagang yang kembali berjualan.
Saepul, 41, satu pedagang daging sapi di Pasar Rangkasbitung mengatakan, banyak pedagang terpaksa berhenti berjualan sementara karena tidak memiliki modal berdagang akibat sepinya pembeli.
Baca juga: Bantuan Gunung Prisma, Warga Desa Nangela Akhirnya Miliki Jembatan
"Banyak los kosong ini belum dapat barang, pasokan juga kosong ditambah pembeli juga sepi, jadi enggak sanggup menanggung rugi," ujar Saepul di Pasar Rangkasbitung, Jumat (4/3/2022).
"Beberapa pedagang yang masih jualan karena menghabiskan stok yang masih ada," tambahnya.
Los daging sapi di Pasar Rangkasbitung pada Jumat pagi terpantau sepi karena mayoritas pedagang tidak berjualan. Hanya segelintir pedagang yang masih tetap membuka lapak.
Pisau daging dan kayu alas potong yang digunakan pedagang daging sapi dibiarkan tergeletak begitu saja di kios tanpa ada pemiliknya. Sementara itu, jumlah pembeli terpantau hanya sedikit.
Saepul mengatakan, semenjak harga daging merangkak naik, jumlah pembeli merosot drastis hingga 70%. Hanya warga dengan ekonomi mampu dan pedagang makanan besar tetap membeli daging dengan harga saat ini.
Baca juga: Harga Cabai Melonjak Rp80 Ribu/Kg di Pasar Senen Jakarta
"Pembeli seperti penjual bakso tetap beli namun pembelian agak menurun, yang biasanya beli 3 kilogram kini hanya sekilo," katanya.
Ia berharap pemerintah dapat segera menstabilkan harga daging, apalagi bulan Ramadhan tinggal beberapa pekan lagi. "Harapannya pemerintah segera menstabilkan harga daging," tutupnya. (Mhd/A-3)
Harga daging sapi di sejumlah pasar di Jakarta Selatan dilaporkan relatif stabil menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.
Menjelang bulan Ramadhan, harga daging sapi di pasar mengalami kenaikan. Lonjakan harga terjadi setelah para pedagang menghentikan aksi mogok dagang selama tiga hari pada akhir Januari lalu.
Perumda Dharma Jaya memprediksi harga daging sapi akan mengalami kenaikan sekitar 7% hingga 15% di periode Ramadan dan Lebaran 2026.
Pelaku usaha pemotongan daging sapi di RPH Jatimulya Bekasi menegaskan komitmennya untuk menjaga harga tetap stabil menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
Selain daging ayam, harga cabai merah dan daging sapi di Kota Medan juga tercatat mengalami kenaikan pada awal Februari.
Pemerintah tidak akan ragu menindak produsen maupun distributor yang menaikkan harga daging sapi melebihi ketentuan yang telah ditetapkan.
Dalam pola makan seimbang, daging berperan penting untuk pertumbuhan, kekuatan otot, dan daya tahan tubuh. Namun, konsumsinya tetap perlu dibatasi dan diolah dengan cara sehat
Perumda Dharma Jaya memastikan bahwa stok daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sudah aman.
Pergub Nomor 36 tahun 2025 merupakan perubahan atas Peraturan Gubernur nomor 1999 tahun 2016 tentang Pengendalian Hewan Penular Rabies.
Dengan langkah penyimpanan yang tepat, sisa daging tetap lezat, aman, dan siap disantap keesokan harinya.
Daging merupakan salah satu bahan pangan utama karena mengandung protein hewani, zat besi, zinc, dan vitamin B kompleks yang penting bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh.
Risiko kontaminasi bakteri dapat terjadi akibat air yang digunakan di rumah belum tentu sebenarnya berada dalam kondisi yang higienis, baik menggunakan air galon maupun keran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved