Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
AKIBAT gelombang tinggi disertai angin kencang, sejumlah kapal antarpulau di Maluku Utara tidak beroperasi, salah satunya KM Permata Obi dengan rute Ternate-Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula.
KM Permata Obi sedianya dijadwalkan berlayar pada Selasa (22/2) sore namun harus ditunda akibat cuaca buruk.
Selain itu, puluhan penumpang rela menunggu di atas kapal meski belum mendapat kepastian keberangkatan.
Baca juga: Produksi Jagung Pesisir Gresik Anjlok akibat Serangan Tikus dan Penyakit Putih
"Kapal yang kami tumpangi ini sejak Senin sore (berlabuh). Namun Selasa ini belum juga berangkat kemungkinan cuaca kurang baik di perairan," ungkap Naser Soamole, salah satu penumpang KM Permata Obi tujuan Ternate-Sanana ketika ditemui di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Selasa (22/2) sore.
Sementra itu, Febri, salah satu ABK Permata Obi mengatakan penundaan keberangkatan ini karena belum mendapat izin berlayar dari petugas berwenang.
"Kami masih menunggu informasi dari petugas pelabuhan karena cuaca saat ini kurang baik sehingga kami pun tidak berani berlayar," kata Febri.
Terpisah, BMKG Stasiun Kelas I Babullah Ternate telah mengeluarkan peringatan dini cuaca buruk untuk wilayah Maluku Utara, termasuk Kabupaten Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu.
Cuaca buruk ini terjadi di semua wilayah Provinsi Maluku Utara. Potensi berpeluang terjadi hujan ringan hingga lebat di beberapa kabupaten/kota sehingga perlu diwaspadai.
"Hujan dan angin kencang diperkirakan akan terjadi sore hingga malam, Selain itu gelombang tinggi diperkirakan antara dua sampai empat meter," ungkap BMKG Stasiun Kelas I Babullah Ternate. (OL-1)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
BMKG Batam imbau masyarakat Kepri waspada gelombang tinggi 17 Februari 2026 saat Gerhana Matahari Cincin. Hujan ringan juga diprediksi terjadi.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai juga masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah pada Kamis (5/2) hingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
POTENSI cuaca ekstrem merata di 33 daerah di Jawa Tengah, Rabu (4/2). Gelombang tinggi hingga 2,5 meter dan air laut pasang (rob) masih berlangsung di perairan.
BMKG Tenau Kupang, Nusa Tengggara Timur (NTT) mengeluarkan peringatan potensi gelombang laut kategori sedang di sejumlah perairan daerah itu mulai 1-4 Februari 2026.
BMKG memperingatkan gelombang tinggi hingga 2,5 meter disertai hujan badai dan angin kencang di perairan Jawa Tengah, Minggu (1/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved