Selasa 15 Februari 2022, 14:28 WIB

Terdakwa Pemerkosa 13 Santriwati Divonis Seumur Hidup Jaksa Masih Mikir

Naviandri | Nusantara
Terdakwa Pemerkosa 13 Santriwati Divonis Seumur Hidup Jaksa Masih Mikir

dok.mi
Majelis Hakim PN Bandung menjatuhkan vonis seumur hidup bagi Herry Wirawan pemerkosa 13 santriawati, Selasa (15/2)

 

TERDAKWA Herry Wirawan (36) dalam kasus pemerkosaan atau rudapaksa terhadap 13 santriwati lolos dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) hukuman mati dan kebiri kimia. Sebab Majelis Hakim yang diketuai Yohanes Purnomo Suryo, menjatuhkan vonis hukuman seumur hidup, dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa (15/2).

Menyikapi vonis ini, Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat (Jabar), Dodi Gozali Emil mengatakan, pihaknya akan pikir-pikir terhadap vonis tersebut, karena semua harus dibahas dan dirapatkan terlebih dahulu, baru setelah itu jaksa akan memberikan sikap terhadap vonis tersebut.

"Kita pikir-pikir dan minta waktu satu minggu untuk mempelajari atas vonis hakim, karena tuntutan kita adalah hukuman mati dan kebiri kimia bukan hukuman seumur hidup," ujarnya.

Menurut Hakim Ketua Yohanes bahwa hukuman kebiri kimia, tidak dapat dilaksanakan lantaran putusan yang diberikan kepada terdakwa merupakan penjara seumur hidup. Tidak mungkin setelah terpidana mati menjalani eksekusi mati atau menjalani pidana seumur hidup dan terhadap jenazah terpidana dilaksanakan kebiri kimia.

"Lagipula pasal 67 KUHP tidak memungkinkan dilaksanakan pidana lain apabila sudah pidana mati atau seumur hidup," jelasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Herry Wirawan, Ira Mambo, mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Herry untuk menentukan langkah selanjutnya. Namun, belum dapat memastikan langkah apa yang akan diambil kliennya, apakah mengajukan banding atas putusan hakim atau menerimanya.

"Tadi saya memberikan pemahaman agar Herry dapat menentukan sikapnya, tentu tidak bisa hari ini. Kami beri waktu dia untuk berpikir, nanti kami dikabari. Jadi yang utama keinginan dari terdakwa atau klien kami, yang pasti kami hanya memberikan gambaran terbaik untuk terdakwa mengambil keputusan," ucapnya.

Jadi, intinya bahwa itu bukan keinginan kuasa hukum, bukan juga kuasa hukum yang menanggapi dan memutuskan putusan hakim, tapi pihaknya memberikan pemahaman kepada terdakwa sehingga nanti terdakwa yang akan memilih sikapnya, menerima, banding atau pikir-pikir.

"Kalau mau menyatakan banding berarti kita akan menyiapkan memori bandingnya, yang pasti putusan tadi banyak pertimbangan kami yang diterima oleh hakim pembelaannya. Vonis yang diberikan hakim,  menerima banyak masukan keberatan yang disampaikannya saat pembelaan, sehingga, kliennya lolos dari tuntutan jaksa," terangnya. (OL-13)

Baca Juga: Kasus Rudapaksa Santri di Bandung, JPU tetap Tuntut Hukuman Mati

 

Baca Juga

MI/Humas Pemkot Ternate

Berbeda dengan Kementrian Agama, Pemkot Ternate Tetapkan Salat Iduladha pada 9 Juli

👤Hijrah Ibrahim 🕔Selasa 05 Juli 2022, 10:31 WIB
"Kami memutuskan pelaksanaan Salat Iduladha jatuh pada Sabtu (9/7) karena umat muslim di Kota Ternate meyakini 10 Zulhijjah jatuh pada...
MI/John Lewar

Sandiaga Sebut Harga Tiket Masuk Pulau Komodo Rp3,7 Juta Masih Dibahas

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 05 Juli 2022, 07:56 WIB
Selain mengutamakan nilai-nilai konservasi dan keberlanjutan lingkungan, wacana itu juga mempertimbangkan beban sementara atau carrying...
MI/Lilik Darmaswan

Cuaca Buruk, Ratusan Nelayan di Aceh Barat tidak Melaut

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 05 Juli 2022, 06:00 WIB
Dampak tingginya gelombang laut juga menyebabkan nelayan tidak berani beraktivitas di laut, karena ketinggian gelombang yang mencapai empat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya