Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA hidrometeorologi basah menerjang beberapa wilayah di Provinsi Bengkulu pada Minggu (6/2), sekitar pukul 07.30 WIB. Banjir yang sempat menggenangi 679 unit rumah di wilayah Kota Bengkulu berangsur surut.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan peringatan dini cuaca dalam dua hari ke depan (8-9 Februari 2022) dengan hujan dengan intensitas lebat yang disertai petir atau kilat serta angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Provinsi Bengkulu.
"Menyikapi potensi tersebut, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya banjir susulan," kata Abdul Muhari dalam keterangannya Selasa (8/2).
Baca juga: Satu Kasus Omikron Ditemukan di Kota Bengkulu
Berbagai upaya dapat dilakukan apabila banjir terjadi seperti menyiapkan langkah-langkah aman evakuasi. Saat evakuasi, pastikan prosesnya berlangsung dengan mengutamakan protokol kesehatan.
"Apabila harus berada di tempat evakuasi sementara. Kewaspadaan ekstra perlu dilakukan di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini," jelasnya.
Sementara itu, pantuan terkini yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu pada Senin (7/2), pukul 21.50 WIB, banjir berangsur surut. Peristiwa di wilayah ini terjadi setelah hujan lebat hingga debit air Sungai Bengkulu meluap.
"Sebanyak 679 KK yang tempat tinggalnya berada di sejumlah kelurahan di tiga kecamatan tergenang banjir, meskipun tidak ada laporan warga yang mengungsi," ujarnya.
BPBD setempat melaporkan kelurahan terdampak yaitu Kelurahan Bentiring dan Rawa Makmur di Kecamatan Muara Bangkahulu, Kelurahan Sawah Lebar Baru di Kecamatan Ratu Agung, serta Kelurahan Sukamerindu, Tanjung Jaya dan Tanjung Agung di Sungai Serut.
"Selain rumah tergenang, banjir juga berdampak pada fasilitas pendidikan 1 unit dan masjid 1 unit," sebutnya
BPBD Kota Bengkulu bersama dengan TNI, Polri, Basarnas, dinas terkait, PMI, Tagana dan warga berada di lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat.
Meskipun belum ada warga yang mengungsi, BPBD telah menyiagakan tenda keluarga untuk mengantisipasi dampak banjir yang lebih buruk. Di samping itu, BPBD dan unsur pemerintah lain telah menyalurkan bantuan logistik makan dan minum.
Satu Rumah Rusak Akibat Banjir
Sementara itu, wilayah lain di Provinsi Bengkulu juga terdampak bencana hidrometeorologi basah berupa banjir dan tanah longsor. Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Bengkulu Tengah pada Minggu (6/2), pukul 06.00 WIB.
Insiden berlangsung setelah hujan lebat mengguyur wilayah itu sehingga mengakibatkan debit air Sungai Bengkulu meluap.
Sejumlah desa terdampak banjir tersebar di 4 kecamatan, yaitu Desa Pulau Panggung, Jaya Karta dan Aba Terunjam di Kecamatan Talang Empat, Desa Pagar Dewa dan Kembang Ayun di Pondok Kelapo, Desa Genting di Bang Haji serta Desa Surau di Taba Penanjung.
Tercatat banjir ini berdampak pada 96 KK dan sejumlah rumah maupun fasilitas umum, antara lain 96 unit rumah dan 1 unit kantor desa. Di samping itu, banjir juga menyebabkan 1 unit rumah warga rusak ringan.
"BPBD Kabupaten Bengkulu bersama unsur terkait daerah telah melakukan penanganan darurat dan memastikan keselamatan warga dari bahaya banjir," pungkasnya. (Fer/OL-09)
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
BENCANA banjir dan 18 titik longsor melanda Kabupaten Jepara, sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terisolasi akibat terputusnya akses jalan.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
OMC menjadi salah satu langkah mitigasi nonstruktural Pemprov DKI untuk mengurangi potensi hujan ekstrem yang dapat memicu banjir dan genangan, terutama di wilayah padat dan rawan.
BMKG memberikan peringatan dini cuaca berupa potensi cuaca ekstrem hingga akhir Januari 2026 mendatang. Dalam prakiraan cuaca BMKG dijabarkan analisis mengenai pemicu cuaca ekstrem.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung selama sepekan ke depan, mulai 22 hingga 28 Januari 2026.
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved