Jumat 28 Januari 2022, 20:32 WIB

Mantan Guru Honorer yang Bakar SMPN 1 Cikelet Dibebaskan

Kristiadi | Nusantara
Mantan Guru Honorer yang Bakar SMPN 1 Cikelet Dibebaskan

Medcom.id.
Ilustrasi.

 

KEPOLISIAN Resor Garut, Jawa Barat, melakukan restorative justice terhadap seorang mantan guru honorer berinisial MA, 53, yang melakukan pembakaran di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Cikelet, Kabupaten Garut, pada Jumat (14/1). Pembebasan tersebut dilakukannya setelah ada kesepakatan dan pertimbangan.

Kapolres Garut Ajun Komisaris Besar Wirdhanto Hadicaksono mengatakan hasil kajian yang dilakukannya memungkinkan mendapatkan restorative justice terhadap MA. "Berdasarkan kajian dan pertimbangan yaitu jumlah kerugian akibat kebakaran yang terjadi di SMPN 1 Cikelet dinilai relatif kecil. Namun, selama ini telah melakukan penanganan atas kasus tersebut dan berdiskusi dengan Kepala Dinas Pendidikan, Kepala SMPN 1 Cikelet, dan pengacara tersangka terkait masalah hingga terpenuhinya materiil dan moril yang dilihatnya pelaku bukan residivis. Bila restorative justice dilakukan tak akan ada ekses maupun konflik sosial ke depan," katanya, Jumat (28/1/2022).

Berkaitan dengan pemenuhan honor guru itu, pihaknya mengembalikan ke Dinas Pendidikan dan sekolah tempat bersangkutan pernah mengajar. Selama MA ditangkap tidak dilakukan penahanan di Polres Garut, tetapi memang sempat membawa ke psikiater untuk memeriksa kondisi kejiwaannya. Hingga kini hasilnya belum diterima.

"Polres Garut memberikan bantuan kepada keluarga mereka karena kondisi ekonominya menengah ke bawah dan selama mengajar di sekolah tersebut beberapa kali menagih gaji honorer sebesar Rp6 juta tetapi tidak dibayar hingga akhirnya kesal dan membakar sekolah," ujarnya. 

Baca juga: Upah Mengajar belum Dibayar, Mantan Guru Bakar Bangunan Sekolah

Sebelumnya, mantan guru honorer mata pelajaran Fisika di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Cikelet, Kabupaten Garut, berinisial MA, nekat membakar bangunan sekolahnya sendiri. Aksi pembakaran tersebut, dilakukan karena sakit hati terkait upah mengajar sejak 1996 hingga 1998 belum dibayar sampai sekarang. (OL-14)

Baca Juga

Ist

1 Orang Hilang Terseret Arus di Pantai Kuta Bali

👤Ruta Suryana 🕔Rabu 18 Mei 2022, 23:45 WIB
"Laporan kami terima pukul 19.05 Wita dari Bapak Sutayana, adanya 1 orang terseret arus di Pantai Kuta, di depan salah satu...
dok.ist

Diduga TPPU, PT Titan Diminta Angkat Kaki dari Sumsel

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 21:50 WIB
AKTIVIS dan tokoh pemuda asal Muara Enim Hari Azuar meminta agar PT Titan Group segera hengkang dengan meninggalkan semua bisnisnya di...
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Pemkab Nyatakan Sebaran PMK di Lamongan Relatif Terkendali

👤M Yakub 🕔Rabu 18 Mei 2022, 21:49 WIB
"Sapi-sapi yang sebelumnya mengalami penurunan nafsu makan dan tidak bisa berdiri, saat ini sudah mulai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya