Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Intelijen Negara Daerah (Binda) Provinsi Banten kembali melaksanakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Dalam kegiatan ini, Binda Banten menargetkan sasaran ribuan jiwa yang tersebar di beberapa titik.
Empat titik yang menjadi tempat pelaksanaan vaksinasi anak, yaitu SDI Al-Hasanah Tangerang 450 anak, SDI Al-Hikmah Gembor 103 anak, SDN Pinang 3 dengan 282 anak dan SDN Periuk Jaya Tangerang 203 anak. Total kesuruhan 1.038 anak yang tervaksin.
"Anak-anak kelompok rentan, harus dilindungi. Apalagi anak-anak adalah aset masa depan. Selain itu untuk mengamankan mereka saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM)," ujar Kabinda Banten Brigjen TNI Cahyono Cahya Angkasa, Senin (10/1/2022).
Lebih lanjut, Cahyono menambahkan kali ini Binda Banten menggandeng puskesmas dan dinas kesehatan setempat. Guna mempercepat proses pelaksaan sebelum dan sesudah vaksinasi.
Sementara itu, di SDN Serakan III , Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Binda Banten menyasar target vaksinasi sebanyak 1.000 anak.
"Perlu upaya sinergi semua pihak, baik pemerintah daerah dan pusat dalam menyukseskan vaksinasi pada anak. Harus saling gotong royong supaya pelaksanaannya cepat," kata Cahyono.
Seperti diketahui, rencana PTM seratus persen sudah digulirkan sejak beberapa hari terakhir. Namun, karena kasus konfirmasi COVID-19 meningkat maka rencana ini harus dikaji ulang oleh pemerintah. (OL-13)
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina mendesak penambahan anggaran imunisasi menyusul meningkatnya KLB Campak pada awal 2026
Tingkat kesembuhan campak sangat bergantung pada kondisi imun tubuh pasien.
Dokter mengingatkan campak dapat memicu komplikasi serius pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan pasien imun lemah. Vaksinasi jadi pencegahan utama.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Guru Besar IPB Prof Euis Sunarti menekankan pentingnya pembangunan ramah keluarga sebagai basis kebijakan nasional untuk mengatasi depresi remaja dan kemiskinan.
Psikolog Michelle Brigitta membagikan tips mengatasi post holiday blues pada anak, mulai dari validasi emosi hingga mengatur ulang rutinitas harian.
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved