Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
STASIUN Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) meminta kepada empat kabupaten untuk waspada bencana. Pasalnya, ada potensi hujan lebat di Kabupaten Cilacap, Banyumas, Kebumen dan Purbalingga.
Pengamat cuaca BMKG Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan mengatakan bahwa ada empat kabupaten yang harus waspada. "Empat kabupaten yang waspada adalah Cilacap, Banyumas, Kebumen dan Purbalingga. Curah hujan di sejumlah kecamatan di empat kabupaten setempat diperkirakan
tinggi," jelas Rendi, Rabu (22/12).
Dijelaskan Rendi, dengan curah hujan yang lebat, maka ada potensi bencana hidrometeorologi. "Kami mengimbau kepada masyarakat untuk waspada. Pemkab juga siap siaga, karena ada potensi bencana hidrometeorologi di antaranya angin banjir, longsor, angin kencang dan sambaran petir," ujarnya.
Menurutnya, di Cilacap ada 11 kecamatan yang harus waspada. Yakni Bantarsari, Kawunganten, Gandrungmangu, Kedungreja, Sidareja, Karangpucung, Cimanggu, Cipari, Wanareja, Dayeuhluhur dan Majenang. Kemudian, di Banyumas ada 12 kecamatan. Yaitu Ajibarang, Pekuncen, Gumelar, Lumbir, Karanglewas, Kedung Banteng, Baturraden, Cilongok, Pekuncen, Sumbang, Kembaran dan Purwokerto Utara.
"Sementara untuk Kebumen ada 12 kecamatan yang perlu waspada. Diantaranya adalah Sadang, Karangsambung, Karanggayam, Pejagoan, Alian, Sruweng, Karanganyar, Kebumen, Poncowarno, Padureso, Kutowinangun, dan Klirong. Sementara untuk Purbalingga ada dua kecamatan yaitu Padamara dan Kutasari," jelas dia. (OL-15)
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
BPBD Kabupaten Bantul masih mewaspadai ancaman bencana Hidrometeorologi akibat cuaca ekstren. Mitigasi bencana disiapkan, mulai dari pembentukan posko di setiap kelurahan.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
BMKG, TNI AU, dan BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 16-22 Januari 2026 untuk cegah bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.
hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved