Senin 06 Desember 2021, 19:21 WIB

Fokus Penanganan Bencana Semeru, Gubernur Jatim Berkantor di Lumajang

Faishol Taselan | Nusantara
Fokus Penanganan Bencana Semeru, Gubernur Jatim Berkantor di Lumajang

ANTARA Umarul Faruq
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah) saat meninjau wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang.

 

UNTUK mengawal proses evakuasi serta pemulihan pascaerupsi Gunung Semeru, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memilih berkantor di Lumajang. Keputusan tersebut diambil Khofifah usai melihat luasnya dampak letusan Gunung Semeru.

Erupsi Gunung Semeru meluluhlantakan beberapa wilayah di Kecamatan Candipuro yaitu di Dusun Kampung Renteng, dusun Kamar Kajang, Desa Sumber Mujur, Desa Sumberwuluh, Desa Penanggal, dan Desa Sumber Rejo. Sedangkan di Kecamatan Pronojiwo desa terdampak adalah Desa Supiturang, Sumber Urip dan Oro- Oro Ombo. Selain itu, akses jalan dari pusat pemerintahan dan perekonomian Kabupaten Lumajang ke Kecamatan Pronojiwo juga terputus akibat ambruknya jembatan Gladak Perak.

"Setelah melihat dari udara dimana sejumlah rumah warga  tertimbun material vulkanik gunung semeru sangat luas, dan butuh penanganan sangat serius, maka saya memilih berkantor sementara di Lumajang," kata Khofifah.

Menurutnya, beberapa agenda yang sudah disusun di Surabaya, untuk sementara diwakilkan ke Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Semua  pekerjaan dialihkan ke Lumajang. Khofifah menyebut, dengan berkantor di Lumajang maka koordinasi antarstakeholder terkait upaya penanganan kegawatdaruratan pasca erupsi Gunung Semeru jauh lebih cepat.

"Seluruh pekerjaan saya kerjakan dari Lumajang. Beberapa agenda saya minta Pak Wagub mewakili. Penanganan bencana Semeru ini menjadi  prioritas utama utamanya search and rescue (pencarian dan  penyelamatan). Yang berkenaan dengan kebutuhan para pengungsi,BNPB, Pemprov Jatim, dan Pemkab Lumajang akan memaksimalkan layanan masyarakat terdampak bencana," ungkapnya.

Terkait banyaknya rumah warga yang rusak dan hancur akibat guguran awan panas, Gubernur Khofifah mengatakan Pemprov Jatim akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait  langkah-langkah penanganan jangka pendek dan panjang. Termasuk terkait sejumlah ruas jembatan yang runtuh akibat lahar dingin Gunung Semeru.

"Bantuan dari BNPB, PUPR, TNI terkait penanganan jangka pendek sudah berdatangan sejak semalam. InsyaAllah, penanganan bencana erupsi ini bisa berjalan dengan baik. Menko PMK juga terus aktif berkoordinasi terkait apa-apa saja yang dibutuhkan Jawa Timur," imbuhnya.

Soal pengungsi, lanjut Khofifah, selain memenuhi kebutuhan dasar, Pemprov Jatim juga mengerahkan tim trauma healing guna menghilangkan rasa trauma pengungsi dengan sasaran utama perempuan, anak-anak, dan lansia.

"Anak-anak di pengungsian akan didampingi memberikan hiburan kepada mereka. Dari awal terjadinya bencana saya sudah perintahkan agar tim psikososial segera melakukan assessment terhadap anak-anak," katanya. (OL-15)

Baca Juga

Ist

Hadapi Pemilu 2024, Golkar Harus Cekatan Siapkan Pertarungan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 16:54 WIB
Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Jaro Ade mendukung Plt Ace Hasan selaku Plt Ketua DPD Golkar Jabar menjadi Ketua DPD...
Medcom.id.

Sungai Suba Meluap, Puluhan Rumah Warga Cirebon Terendam Banjir

👤Nurul Hidayah 🕔Kamis 20 Januari 2022, 16:09 WIB
Tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut. Namun warga diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan di musim penghujan...
MI/Benny Bastiandy.

47 Sekolah Dasar di Kabupaten Cianjur Ajukan Merger

👤Benny Bastiandy 🕔Kamis 20 Januari 2022, 15:42 WIB
Sekolah yang mengajukan keinginan merger tersebar merata di semua wilayah di Kabupaten Cianjur. Wilayahnya berada di utara, tengah, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya