Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
CAKUPAN vaksinasi covid-19 dosis pertama di Kota Sukabumi, Jawa Barat, sudah mencapai angka 90,31%. Ditargetkan, cakupannya bisa mencapai 100% pada akhir Desember tahun ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesebatan Kabupaten Cianjur, Lulis Delawati, menjelaskan berdasarkan dashboard Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), cakupan vaksinasi covid-19 di Kota Sukabumi memang cukup tinggi, mencapai kisaran 90,31%. Sedangkan untuk dosis kedua cakupannya di kisaran 50,49%.
"Untuk dosis pertama sudah 243.691 suntikan dan dosis kedua 136.244 suntikan. Kalau untuk dosis ketiga atau booster baru 1,01% atau 2.719 suntikan. Jika ditotal dosis pertama, kedua, dan ketiga sudah sebanyak 382.654 suntikan," kata Lulis dihubungi Media Indonesia, Kamis (18/11).
Data dashboard KPCPEN, jumlah sasaran vaksinasi covid-19 di Kota Sukabumi sebanyak 269.834 orang. Mereka terdiri dari SDM kesehatan sebanyak 3.337 orang, lanjut usia sebanyak 27.241 orang, petugas publik sebanyak 18.413 orang, masyarakat rentan dan umum sebanyak 185.498 orang, dan remaja usia 12-17 tahun sebanyak 35.345 orang.
Untuk SDM kesehatan, cakupan vaksinasi dosis pertama sebesar 147,56% atau sebanyak 4.924 suntikan, dosis kedua sebesar 132,75% atau sebanyak 4.430m suntikan, dan dosis ketiga (booster) sebesar 81,45% atau sebanyak 2.718 suntikan. Sementara untuk kalangan lansia, cakupan dosis pertama sebesar 51,45% atau sebanyak 14.016 suntikan dan dosis kedua sebesar 32,34% atau sebanyak 8.810 suntikan.
Di kalangan petugas publik, cakupan dosia pertama sebesar 202,05% atau sebanyak 37.203 suntikan dan dosis kedua sebesar 134,57% atau sebanyak 24.779 suntikan. Bagi sasaran masyarakat rentan dan umum cakupan dosis pertama sebesar 79,38% atau sebanyak 147.257 suntikan dan dosis kedua sebesar 38,37% atau sebanyak 71.184 suntikan.
Sedangkan cakupan dosis pertama kalangan remaja di angka 113,99% atau sebanyak 40.291 suntikan dan dosis kedua sebesar 76,51% atau sebanyak 27.041 suntikan. Sementara bagi kalangan ibu hamil dan disabilitas masih cukup rendah.
Dosis pertama ibu hamil sebesar 0,03% atau sebanyak 58 suntikan dan dosis kedua sebesar 0,01% atau sebanyak 22 suntikan. Sedangkan cakupan dosis pertama disabilitas sebesar 0,06% atau sebanyak 103 suntikan dan dosis kedua sebesar 0,04% atau sebanyak 66 suntikan.
"Target secara nasional, akhir Desember tahun ini capaiannya harus 100%. Tapi Kota Sukabumi menargetkan akhir November ini bisa mencapai 100%. Kita sedang berupaya maksimal," sebut Lulis.
Percepatan target cakupan dibarengi dengan ketersediaan dosis vaksin. Per Kamis (18/11), stok vaksin yang tersedia sebanyak 63.717 dosis. "Kalau vaksin masih tersedia cukup, bahkan aman. Dari stok yang ada sekarang, paling banyak jenis Sinovac," pungkasnya. (OL-15)
Kanada ingin terlebih dulu bertemu dengan pebisnis lokal untuk menjajaki peluang investasi.
Daftar titik macet arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat. Cek jadwal one way Tol Cipali, titik pasar tumpah Pantura, dan rawan longsor di jalur Selatan Jabar.
Polda Jabar siagakan 26.692 personel gabungan untuk Operasi Ketupat Lodaya 2026. Simak rincian pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di Jawa Barat di sini.
Bank Mandiri Jawa Barat menyiapkan uang tunai sebesar Rp4,58 triliun untuk pengisian ATM/CRM pada periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas korporasi di bulan suci Ramadan, melainkan wujud nyata kehadiran Pegadaian di tengah masyarakat.
GELIAT ekonomi syariah di Jawa Barat (Jabar) terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini tercermin dari kokohnya ekosistem industri halal di wilayah tersebut.
Perlu berbagai upaya melakukan langkah-langkah penting selama arus mudik maupun balik Lebaran nanti
Disnaker mengultimatum perusahaan agar mematuhi surat edaran Menteri Ketenagakerjaan tentang pemberian THR keagamaan bagi pekerja atau buruh swasta serta surat edaran
Pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung terjadi di Desa Bantargadung dan Bojonggaling. Kondisi itu bersamaan meningkatnya intensitas curah hujan sejak Rabu (4/3).
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Menurut BMKG, gempa Sukabumi itu berada di 7.62 LS dan 106.41 BT, 71 kilometer dari barat daya Kabupaten Sukabumi, atau tepatnya ada di 26 kilometer laut.
POLRES Sukabumi menangani kasus kematian anak Nizam Syafei anak yang diduga meninggal karena kekerasan dari ibu tirinya. Ibu korban minta ayahnya ikut diproses hukum akibat kelalaian
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved