Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Intelijen Daerah (Binda) Kepulauan Riau (Kepri) terus menggencarkan vaksinasi massal dan door to door guna terbentuknya herd immunity dan mencegah penyebaran COVID-19. Vaksinasi dilakukan dengan menyasar langsung warga di Sei Temiang, Kelurahan Tanjung Riau, Batam.
Kabagops Binda Kepri Kolonel Chb Komara Manurung mewakili Kabinda Kepri Brigjen Pol R.C. Gumay mengatakan, sasaran vaksinasi COVID-19 kali ini adalah pelajar usia 12-17 tahun dan masyarakat umum di atas 18 tahun. Sedangkan target vaksinasi adalah sebanyak 600 orang.
“Target vaksinasi ini sebanyak 600 orang. Dengan pelaksanaan vaksinasi massal dan door to door ke warga,” kata Kabagops Binda Kepri Kolonel Chb Komara Manurung, dalam keterangannya yang dikutip Selas (16/11).
Dia menjelaskan, vaksinasi door to door terus digencarkan untuk memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat, khususnya yang berlokasi jauh dari fasilitas kesehatan (faskes). Menurutnya, walaupun terjadi tren penurunan kasus di wilayah perbatasan Kepri vaksinasi harus tetap dilanjutkan.
"Serbuan vaksinasi harus terus dilanjutkan, meskipun saat ini kasus COVID-19 di wilayah Perbatasan Kepri menunjukkan tren penurunan. Penyebaran COVID-19 juga harus tetap diwaspadai,” ucapnya.
Dia berharap agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) walaupun sudah divaksin. Bahkan masyarakat harus tetap waspada karena saat ini sudah terdapat temuan kasus varian baru jenis Delta Plus di negara tetangga, Singapura dan Malaysia.
Sementara, Ketua RW 007 Sei Temiang, Kelurahan Tanjung Riau mengucapkan terima kasih atas bantuan BIN yang telah memberikan kemudahan vaksin bagi masyarakatnya. Dia berharap program vaksinasi bisa terus dilanjutkan.
“Warga di sini sangat antusias akan adanya vaksinasi COVID-19 dari BIN. Kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan BIN yang hadir ke Sei Temiang untuk memberikan kemudahan vaksinasi bagi masyarakat di sini,” tutupnya.
Untuk diketahui, hingga saat ini Binda Kepri telah memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi bekerjasama dengan instansi terkait, dengan total vaksin yang didistribusikan sebanyak 32.693 dosis. Jumlah tersebut akan terus bertambah karena dilakukan vaksinasi rutin hingga Desember 2021. (Ant/OL-13)
Baca Juga: TNI AL Terus Gencarkan Vaksinasi Di Pulau Terluar
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved