Rabu 27 Oktober 2021, 17:23 WIB

Kasus Covid-19 Melandai, RSHS Bandung Alihkan Tugas Nakes

Naviandri | Nusantara
Kasus Covid-19 Melandai, RSHS Bandung Alihkan Tugas Nakes

Medcom
Ilustrasi

 

RUMAH Sakit Hasan Sadikan (RSHS) Bandung, Jawa Barat mengurangi jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas menangani pasien covid-19. Selain itu, ruangan yang tadinya digunakan untuk merawat pasien Covid 19 kini dikembalikan fungsinya ke semula.

Hal itu dilakukan menyusul makin menurunnya angka kasus terkonfirmasi virus Covid-19 di Kota Bandung. Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSHS, Yana Akhmad  menjelaskan dari 130 tempat tidur khusus pasien Covid-19, yang terisi hanya 9.

Artinya okupansi tempat tidur (BOR) Covid-19-19 di RSHS hanya  berkisar 0,07 persen. Sementara itu hanya ada dua orang suspect Covid-19 di IGD yang masih diobservasi

"Para nakes yang ditarik itu akan kembali ditugaskan untuk melayani pasien umum non-Covid-19. Sebab, tren penyakit lainnya mulai mengalami peningkatan. RSHS juga mulai mengurangi jumlah relawan penanganan Covid-19," kata Yana, Rabu (27/10)

Menurut Yana, karena kondisi saat ini sudah  landai, maka pihaknya merelokasi kembali penggunaan fasilitas Covid-19 menjadi non-Covid-19. Apalagi sekarang trennya pasien non-Covid-19 juga sudah mulai meningkat, kebutuhan tempat tidur dialihkan, sekaligus juga merelokasi kembali nakesnya termasuk dokter perawat untuk melayani pasien non-Covid-19.

"Kendati begitu saat ini pandemi belum usai apalagi sejumlah epidemiolog juga memperingatkan ancaman gelombang ketiga Covid-19 yang kemungkinan akan terjadi pada akhir tahun nanti. Kita mendengar, mencermati dugaan tadi, bahwa lonjakan Desember itu bisa saja terjadi," ucapnya.

RSHS telah menyiapkan sejumlah antisipasi untuk menghadapi potensi lonjakan kasus. Walaupun nakesnya sudah direlokasi, tapi tetap siap apabila ada lonjakan, ruangan itu akan berfungsi kembali, tempat tidur untuk mengantisipasinya, jadi tidak perlu membangun lagi, demikian dengan fasilitasnya.

"Bahkan kita sudah antisipasi, kalau kemarin kita dengar kebutuhan oksigen yang meningkat, jadi kita persiapkan. Ada bantuan dari pemerintah juga, ada oksigen generator. Demikian juga dengan SDM-nya, karena ketika kami relokasi, itu SDM yang sudah siap dipakai untuk mengantisipasi Covid, sehingga tinggal update kembali," tambahnya. (OL-15)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Dampak Erupsi Semeru, 79 Gardu Listrik Masih Padam

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 05 Desember 2021, 12:40 WIB
Ada 79 gardu listrik dengan 22.826 pelanggan yang terdampak padam pascaerupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu...
MI/Djoko Sardjono

Dewan Kesenian Klaten Gelar Pentas Virtual Drama Komedi

👤Djoko Sardjono 🕔Minggu 05 Desember 2021, 12:15 WIB
Dewan Kesenian Klaten mengembangkan enam bidang seni yang terdiri dari 14 komite, antara lain komite seni pedalangan, ketoprak,...
ANTARA/Makna Zaezar

Semeru Erupsi, Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Lancar

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 05 Desember 2021, 11:33 WIB
"Di Kabupaten Lumajang, terdapat 17 SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) dan 12 Agen LPG PSO (Subsidi) yang saat ini tetap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya