Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota dibantu tim Identifikasi Polda Jawa Barat kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya dua sejoli di dalam kamar kosan di Kampung Cibodas Pasar, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Dalam olah tempat kejadian itu, Polisi mengamankan pisau belati, senjata api jenis pistol, dua proyektil dan selongsong.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan mengatakan, pihaknya masih menyelidiki terkait asal muasal senjata api jenis pistol dan dua buah proyektil milik ST (jenazah pria) di lokasi kejadian. Karena, dari hasil olah TKP dan autopsi, terdapat kesesuaian penyebab tewasnya dua sejoli di kamar kosan di Cisayong tersebut.
"Jadi korban perempuan berinisial WD lebih dulu ditembak pada bagian leher dan tembus ke belakang. Pelaku laki-laki, ST, menembak diri sendiri ke bagian dada. Dalam kejadian ini tidak melibatkan orang lain, kasus tewasnya sejoli di kamar kosan bisa dikatakan sudah selesai. Kami saat ini masih menyelidiki senjata api dan 2 proyektil yang ditemukan di lokasi kejadian," kata Kapolres Tasikmalaya Aszhari, Selasa (26/10).
Aszhari menjelaskan, kedua mayat tersebut berhasil diidentifikasi. Mayat wanitanya adalah WD, 43, yang bekerja sebagai Satpam di perusahaan garmen yang statusnya janda. Untuk mayat laki-lakinya yakni ST pensiunan TNI-AD, yang berasal dari Cimahi. Kedua mayat tersebut, ditemukannya di dalam kamar kosan saling berpelukan dan tim identifikasi menyita senjata api jenis pistol, pisau belati, dua proyektil dan selongsong.
"Jenazah keduanya telah diautopsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soekardjo Kota Tasikmalaya pada Minggu (24/10) dari hasil autopsi ditemukan adanya luka yang diduga bekas tembakan pada bagian leher dan dada. Jadi WD ditembak terlebih dulu, lalu pelaku (ST) menembak dirinya sendiri," ujarnya.
Sementara itu, petugas instalasi pemulasaran jenazah RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Dona, mengatakan jenazah Widianingsih, 42, dan Sutriono, 56, sudah diambil oleh keluarga masing-masing untuk dimakamkan kemarin sore. (OL-13)
Baca Juga: Anggota Polres Lombok Timur Tewas Ditembak Rekannya Sendiri
PESANTREN Tarekat Idrisiyyah Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, menggelar kick off transformasi pendidikan.
Setelah kepulangan korban, Pemkab Tasikmalaya juga melakukan pendampingan hingga pemulihan korban.
Harga telur ayam semula Rp 31.500 menjadi Rp29 ribu, normalnya Rp 26 ribu perkg, bawang merah Rp 43 ribu, bawang putih Rp40 ribu, cabai rawit merah Rp 54 ribu, cabai keriting Rp 62 ribu.
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, mengapresiasi komunitas Clean The City.
Imbauan itu juga mendapat dukungan dari TNI, ulama, dan pondok pesantren. Mereka mengajak masyarakat berdoa bersama di Mesjid Agung.
Pemusnahan massal ini merupakan hasil dari penggerebekan gudang miras berskala besar yang dilakukan anggota Satuan Polisi Pamong Praja
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
SEORANG mahasiswa berinisial A (19) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya yang berlokasi di Jalan Padat Karya I, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Jumat (16/1/2026).
Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan indikasi kuat adanya tindak pidana kekerasan pada tubuh korban.
Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dan tertutup tumpukan dedaunan
Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan penemuan mayat pada Sabtu (3/1). Korban ditemukan dengan sejumlah luka bacok di bagian kepala.
UTANG aset kripto disebut sebagai motif utama pelaku pembunuhan anak politikus PKS di Cilegon. Pelaku mengaku mengalami kerugian besar dalam perdagangan aset kripto hingga terlilit utang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved