Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina Patra Niaga telah menormalkan distribusi BBM ke SPBU di wilayah Sumatra Utara yang sempat terkendala dalam beberapa hari lalu.
DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sumut memastikan bahwa distribusi BBM ke SPBU di provinsinya saat ini sudah berangsur normal. "Saat ini semua SPBU perlahan-lahan sudah mulai normal menjual BBM," ungkap Ketua DPC Hiswana Migas Sumut Razali Husein, Senin (18/10).
Dalam beberapa hari lalu, banyak SPBU di Sumut kesulitan menjaga
ketersediaan stok BBM. Masalah itu disebabkan dua hal utama yakni melonjaknya pengisian BBM oleh masyarakat pasc enurunan level PPKM dan keterlambatan kedatangan kapal tanker pengangkut BBM.
Namun situasi itu tidak berlangsung lama. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan stok BBM untuk Sumut saat ini sudah dalam kondisi aman.
"Stok BBM aman di Sumut. Kapal tanker sudah merapat dan kita sudah menyalurkan BBM ke setiap SPBU," ungkap Taufikurachman, Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut, PT Pertamina Patra Niaga.
Kapal tanker yang dimaksud mengangkut BBM sebanyak 15.900 Kilo Liter (KL). Jumlah itu diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan BBM di Sumut hingga beberapa hari ke depan.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan tambahan pasokan BBM untuk daerah-daerah yang mengalami peningkatan konsumsi. Terutama Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang.
Ketika menghadapi kesulitan pasokan dalam beberapa hari lalu, kata Razali, banyak SPBU menyiasatinya dengan menjaga stok BBM pengganti atau sejenis dengan BBK (bahan bakar khusus).
Namun saat ini pasokan ke SPBU sudah mulai normal kembali secara bertahap. Kendati demikian pihaknya sudah meminta SPBU untuk semaksimal mungkin menjaga ketersediaan stok. "Pelan-pelan distribusi BBM sudah mulai berangsur normal dan merata, tidak ada lagi masalah," ujarnya lagi.
Karena itu pihaknya meyakini bahwa dampak keterlambatan sandar kapal tanker di DPPU Medan Group Belawan sudah dapat diatasi dengan baik oleh Pertamina Patra Niaga Sumbagut. Pihaknya telah memastikan saat ini distribusi BBM ke SPBU sudah berjalan terus-menerus secara berlanjutan.
"Kami sudah memantau distribusi BBM, secara bertahap sudah mulai normal. Jadi, pelan-pelan tidak ada lagi antrian di SPBU dan saat ini stok BBM sudah ada hampir merata di semua SPBU," terangnya.
Karena itu dia berharap masyarakat tidak perlu lagi merasa khawatir akan ketersediaan BBM di SPBU. Apalagi sampai panik. Razali memastikan pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan Pertamina dalam pemenuhan ketersediaan BBM di wilayahnya. (OL-15)
Pasokan BBM di kawasan tersebut disuplai dari Fuel Terminal Maos, Kabupaten Cilacap. Selama periode Satgas Rafi, Pertamina menambah stok BBM sekitar 4 hingga 5 persen.
309 SPBU yang berada di jalur potensial beroperasi 24 jam. Sebanyak 59 unit mobile storage yang disiagakan sebagai SPBU kantong/ cadangan suplai BBM.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menggelar Sosialisasi Satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 wilayah Bandung dan Priangan Timur secara online Selasa (10/3).
Sebagai tambahan layanan darurat, Pertamina juga menyiagakan layanan motoris yang bertugas membantu pengendara yang mengalami kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan.
PT Pertamina Lubricants (PTPL) menghadirkan berbagai program Ramadan & Idulfitri (RAFI) 2026 dengan tema “Energi Berbagi, Menjaga Setiap Perjalanan.”
Pertamina merupakan korporasi besar yang memiliki sistem dalam mengambil keputusan bisnis, termasuk ketika menjalin kerja sama dengan pihak lain.
Prabowo juga menegaskan pemerintah memiliki berbagai data dan laporan intelijen terkait berbagai pihak yang mencoba mempengaruhi opini publik.
Pemerintah tengah menyiapkan langkah antisipatif dengan mencari alternatif sumber impor minyak mentah selain dari kawasan Timur Tengah.
Bahlil mengatakan pemerintah saat ini sedang melakukan berbagai simulasi atau exercise untuk menyiapkan sejumlah opsi kebijakan.
Diduga kuat terjadi praktik pengisian BBM menggunakan jeriken dalam skala besar yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu, yakni tengah malam dan subuh.
Potensi tersebut menjadi salah satu kekuatan Indonesia dalam menghadapi situasi dunia yang penuh ketidakpastian dan krisis.
Penurunan produksi di tiga negara pertama sekitar seperlima dari total produksi Januari mereka, dan di Irak mencapai 70%, menurut laporan tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved