Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Prabowo Soroti Pengamat yang Picu Kecemasan di Ruang Publik

Cahya Mulyana
13/3/2026 20:38
Prabowo Soroti Pengamat yang Picu Kecemasan di Ruang Publik
Presiden Prabowo Subianto (tengah).(Antara)

PRESIDEN Prabowo Subianto menilai sebagian pengamat memiliki sikap sempit karena tidak menginginkan pemerintah berhasil dengan memunculkan kecemasan di masyarakat.

Prabowo mengatakan kritik dan perbedaan pendapat dalam demokrasi merupakan hal yang wajar, namun tidak seharusnya dilakukan dengan tujuan melemahkan negara.

"Pengamat-pengamat ada beberapa macam menurut saya, ada pengamat yang memang tidak suka pemerintahnya sendiri berhasil karena berbagai motivasi. Tapi menurut saya, mereka itu ya, menurut saya sikap mereka itu sikap yang sempit, bukan sikap patriotik," ujar Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3).

Ia menyebut persaingan politik merupakan hal yang normal dalam sistem demokrasi, seperti dalam pemilihan kepala daerah, pemilihan legislatif, maupun pemilihan presiden yang berlangsung setiap lima tahun. Namun setelah proses politik selesai, seluruh pihak seharusnya bersatu untuk menjaga dan memperkuat negara.

"Pengamat-pengamat menurut saya, ada yang motivasinya ingin menimbulkan kecemasan rakyat. Saya juga tidak mengerti pemikirannya seperti apa, karena kita satu negara, ini kan satu kapal kalau kapalnya oleng, mereka juga oleng," katanya.

Prabowo juga menegaskan pemerintah memiliki berbagai data dan laporan intelijen terkait berbagai pihak yang mencoba mempengaruhi opini publik. Ia menekankan pemerintah akan menertibkan berbagai praktik yang merugikan negara, termasuk korupsi.

Menurutnya, saat ini pemerintah tetap mengedepankan pendekatan yang berbasis bukti dan keyakinan bahwa masyarakat akan memahami langkah-langkah yang diambil pemerintah.

Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario menghadapi tantangan global, termasuk kemungkinan kondisi ekonomi yang sulit.

Meski demikian, ia optimistis Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi berbagai krisis. "Kita menghadapi tantangan, kita siap skenario-skenario yang paling buruk. Tapi kita punya kekuatan, negara kita punya kekuatan yang besar tinggal kita mengelolanya sebagaimana pernah kita atasi krisis-krisis yang besar. Saya yakin kita akan tambah kuat," imbuhnya. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya